Open post

HUKUM MEMBACA BISMILLAH SEBELUM SALAM

Bagaimana Hukum Membaca Basmalah Sebelum Salam

Pertanyaan :

Bagaimanakah hukum salam yang di ucapkan setelah basmalah ?, mengingat ada hadist “kullu amrin dst…..”

Jawaban :

Hukum membaca bismillah sebelum salam adalah Khilaful Aula (menyalahi keutamasn) tidak sunah untuk dijawab, alasanya hukum sunahnya memulai sesuatu dengan mengucapkan bismillah sebagaimana dalam hadits كلّ أمر ذى بال إلخ itu berlaku kalau memang perkaranya bukan dzikir yang murni sebagaimana bacaan ayat al-Qur’an yang dibuat dzikir sehingga kalau nanti perkara itu adalah asalnya untuk dzikir maka tidak sunah memulainya dengan bacaan bismillah padahal mengucapkan salam itu asalnya memang untuk dzikir oleh karenanya kalau didahului dengan bacaan bismillah maka itu termasuk mendahului dengan kalam yang punya pengaruh hukum tidak sunah dijawab.

Dengan ibarot sebagai berikut :

ومنها أن يبدأ كل مسلم منهم بالسلام قبل الكلام ويصافحه عند السلام قال النبى من بدأ بالكلام قبل السلام فلا تجيبوه حتى يبدأ بالسلام .اهـ إحياء علوم الدين الجزء الثانى ص 200 باب حقوق المسلم

والمراد بالأمر ما يعم القول كالقرأة والفعل كالتأليف, ومعنى ذى بال أى صاحب حال بحيث يهتم به شرعا أى بأن لا يكون من سفاسف الأمور وليس محرما ولا مكروها. ويشترط أيضا أن لا يكون ذكرا محضا ولا جعل الشارع له مبدأ غير البسملة والحمدلة, وخرج ما جعل الشارع له مبدأ غير البسملة والحمدلة كالصلاة فلا يبدؤ بالبسملة ولا بالحمدلة بل بالتكبير مثلا.اهـتحفة المريد على جوهر التوحيد ص 3.

ويشترط ان لايكون ذلك الامر ذكرا محضا بان لم يكن ذكرا أصلا أو كان ذكرا غير محض كالقرآن فتسن التسمية فيه بخلاف الذكر المحض كلا إله إلا الله. وان لا يجعل له الشارع مبتدأ غير البسملة والحمدلة كالصلاة فإنه جعل لها مبتدئ غير البسملة والحمدلة وهو التكبير.اهـالباجورى الجزء الأول ص 11.

Open post

BERSEDEQAH MEMBAWA BERKAH ILA YAUMIL QIYAMAH

BERSEDEQAH MEMBAWA BERKAH ILA YAUMIL QIYAMAH

Oleh: Pengurus SYIARUL ISLAM WAL MUSLIMIIN

Assalamu Alaikum wr wb!

Di beritahukan kepada saudara-saudara Muslimin wal muslimat mu`minin wal Mu`minat bahawa Allah SWT telah berfirman di dalam Alqur`an, Surat Ali ‘Imran Ayat 92:

لَنْ تَنَالُوْا ٱلْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنفِقُوْا مِنْ شَىْءٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ

Artinya: Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya QS Ali ‘Imran Ayat 92

Ayat ini menujukkan bahwa jika kita ingin mencapai kebaikan yang sempurna, atau sorga, atau kemulyaan di dunia dan akhirat, maka kita harus bersedia menginfaqkan atau mensedeqahkan atau mewaqafkan sebagian harta yang kita cintai di jalan Allah swt, untuk kebaikan agama Islam dan kemanusiaan. Dan sedikit apapu yang kita Infaqkan di jalan Allah tentu Allah pasti mengetahuinya dan membalasnya dengan balasan yang berlipat ganda. Karena itu Allah memerintahkan dan menganjurkan agar kita selalu bershodaqoh atau meaqafkan dan menginfaqkan sebagian rizqi yang Allah berikan kepada kita untuk kemaslahatan agama Islam, Syiar Islam dan kemanusiaan. Allah berfirman dalam Alqur`an:

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِيْ إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيْبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

Artinya: Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” (QS. Al-Munafiqun: 10)

Kenapa orang Hidup di anjurkan Bersedekan, waqaf, dan Infaq sebelum datangnya kematian ?

Karena Bersedekan, waqaf, dan Infaq benar-benar menyebabkan kemanfaatan di dunia maupun di akhirat bagi siapapun yang mau melakukannya, sehingga orang yang sudah mati pun ingin di tangguhkan kematiannya hanya ingi menjadi orang sholih dengan banyak bersedeqah, infaq maupun waqaf.

Berikut ini keajaiban keistimewaan sedekah yang bisa kita dapatkan jika rajin melakukannya:

SHODAQOH MEMBUAT HIDUP SEMAKIN BERKAH.

Bersedeqah menyebabkan kehidupan menjadi berkah karena hidupnya selalu jauh dari bala` / musibah, bersih dari kesialan, kekotoran bahkan dari dosa yg menjadi penghalang kebaikan Allah berfirman dalam Alqur`an

(خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ) (التوبة/ 103)

Rosulullah SAW bersabda dalam Hadits

بَاكِرُوا بِالصَّدَقَةِ، فَإِنَّ الْبَلاءَ لا يَتَخَطَّى الصَّدَقَةَ

Pagi-pagilah kalian dengan bersedeqah, karena bala` tidak akan melampaui (menyentu) sedeqah.

SHODAQOH BISA MENOLAK BALA DAN MENJADI OBAT PALING MUJARRAB

Orang yan aktif bersedeqah maka dia akan di jauhkan dari bala`, bahkan sedeqah juga menjadi penangkal segala penyakit, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:

“الصدقة تدفع البلاء، وهي أنجح دواء، وتدفع القضاء وقد أبرم إبراماً، ولا يذهب بالأدواء إلّا الدعاء والصدقة”

Shodaqoh bisa menola` bala` bahkan menjadi penangkal /obat yang paling sukses dan mujarrab, dan menjadi solusi dalam menghadapi qodlo / taqdir Allah walaupun qodlo` itu Mubrom (terlaksana), tidak ada yang menghilangkan penyakit selain do`a dan shodaqoh.

Rosulullah SAW bersabda:

دَاوُوا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ

Obatilah orang-orang sakitmu dg bersedeqah

Rosulullah SAW bersabda:

“تَصَدَّقُوْا وَدَاوُوْا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ، فَإِنَّ الصَّدَقَةَ تَدْفَعُ عَنِ الْأَعْرَاضِ وَالْأَمْرَاضِ، وَهِيَ زِيَادَةٌ فِيْ أَعْمَارِكُمْ وَحَسَنَاتِكُمْ.

Artinya: Bersedekahlah dan Obatilah orang-orang sakitmu dg bersedeqah sesungguhnya Shodaqoh bisa menola` keburukan yang akan menimpa dan penyakit, dan shodaqoh bisa menambah unur dan kebaikan kalian.

SHODAQOH MEMUDAHKAN MENDAPAT RiZKI HALAL DAN BERKAH

Rosulullah SAW bersabda:

اسْتَنْزِلُوا الرِّزْقَ بِالصَّدَقَةِ. رواه البيهقي

Tempatkan rizqi di rumahmu dengan bersedeqah

Dengan bersedeqah membuat kamu selalu ingat, bahwa kamu bekerja di bawah pengawasan dan perintah dAllah SWT. Inilah sebabnya, sedekah akan membuat kamu berusaha mengumpulkan rezeki dengan cara yang halal. Rezeki halal yang dimakan seseorang akan membuat orang tersebut mudah mensyukuri anugerah yang diberikan Allah SWT. hingga selalu berbuat baik dan selalu mendapatkan Ridlo Allah SWT.

 

SEDEKAH BISA MENCEGAH KEMATIAN YANG JELEK (SU`ULKHOTIMAH)

Rosulullah SAW bersabda:

“الصدقة تمنع ميتة السوء”.

Sedekah akan mencegah dari buruknya kematian (su`ul khotimah)

SEDEKAH BISA MEMADAMKAN PANASNYA QUBUR DAN MENDAPATKAN PERLINDUNGAN DARI ALLAH SWT.

Rosulullah SAW bersabda:

إنّ الصدقة لتطفئ عن أهلها حرّ القبور، وإنّما يستظلّ المؤمن يوم القيامة في ظلّ صدقته

Artinya: tinya Sesungguhnya shodaqoh itu bisa memadamkan panasnya siksa qubur dari penghuninya, dan orang-orang Mu`min akan bernaung dibawah naungan shodaqohnya.

Bersama ini kami beritahukan Kepada para Bapak dan Ibu (para dermawan dimanapun berada) bahwa kami sedang membutuhkan bantuan dana untuk pembangunan Majlis ta’lim dan dzikir JAMA’AH AL-WASILAH”

Bagi yg ingin menitipkan harta bendanya untuk bisa dibawa sampai ke akhirat dipersilahkan menghubungi kami: “JAMA’AH AL-WASILAH”

Kebutuhan yg mendesak pada saat ini adalah: Penyelesaian pembangunan dan perluasan Majlis dzikir wa Ta`lim untuk Ibu-ibu dan tempat wudlu. Dan bagi yg akan menyalurkan AMAL JARIYAH NYA bisa dikirim melalui rekening Bank BRI atas nama: AFIF ZUHRI, No. Rek: 0016-01-088421-50-8. Atau BNI: 0780153231 konfirmasi transfer ke nomer: 085290005890  via WA atau sms.

Demikian pemberitahuan dan permohonan kami atas bantuannya di sampaikan terimakasih.

Wassalamu alaikum Wr, Wb.

Pengurus SYIARUL ISLAM WAL MUSLIMIN JAMAAH AL-WASILAH

 

Ketua                                      Sekretaris

 

Sholikin                                  Turmudzi

Open post

SHOLAT SUNNAT 6 RAKA’AT SAMA DENGAN BERIBADAH 12 TAHUN

SHOLAT 6 RAKA’AT SAMA DENGAN BERIBADAH 12 TAHUN

Oleh: KH Muhammad Afif Zuhri

Sholat apa itu? itulah Sholat sunnah awwabin yang di sabdakan oleh Rosulullah SAW.

Awwabin artinya orang-orang yg banyak bertaubat / orang-orang yg kembali pada Allah Swt

NIAT SHOLAT AWWABIN

Setelah sholat Maghrib lalu sholat sunnah ba’diah maghrib dulu, kemudian sholat sunnah awwabin 6 raka’at, niatnyasbb:

أصلي سنة الأوابين ركعتين لله تعالى

USHOLLI SUNNATAL AWWABINA ROKA’ATAINI LILLAHI TA’ALA

Atau bisa juga ba’diah Maghrib digabung dgn sunnah Awwabin utk 2 raka’at pertama, niatnya:

أصلي بعدية المغرب والأوابين ركعتين سنة لله تعالى

USHOLLI BA’DIYATAL MAGHRIBI  WAL AWWABINA ROK’ATAINI SUNNATAL-LILLAHI TA’ALA

lalu lanjutkan 4 raka’at sisanya dgn niat no. 1. (2 rakaat 1 salam lbh utama)

WAKTUNYA  ?

menurut Imam Syafi’i: Dilakukan di waktu antara Maghrib dan Isya’

JUMLAH RAKA’ATNYA ?

Paling sedikit 2 raka’at, 4 atau 6, dan paling banyak 20 raka’at.

Imam Ghozali dlm kitab Ihya’ menyebutkan paling tdk 6 raka’at sebagaimana Rasululloh Saw pernah mengerjakannya

AYAT YANG DIBACA:

Raka’at pertama Al-Kaafirun. Raka’at kedua Al-Ikhlas dan seterusnya di ulang lagi utk raka’at² berikutnya. Atau bebas surah apa saja

MANFAAT NYA:

🟢Dari Ammar bin Yasir bahwa Nabi Saw bersabda:”Barang siapa shalat setelah shalat Maghrib enam raka’at, maka diampuni dosa-dosanya, walaupun sebanyak buih lautan” (HR Imam Thabrani)

🟢Ibnu Majah, Ibnu Huzaimah & Tirmidzi meriwayatkan hadits serupa dari Abu Hurairah Ra. Nabi Saw bersabda: “Barang siapa shalat enam raka’at antara Maghrib dan Isya’, maka Allah mencatat baginya pahala ibadah 12 tahun” (HR Imam Tirmidzi)

Perhitungan pengamalan

1 hari = 12 th. 30 hari = 360 th. 1 th  = 4320 th

Yok  Kita niatkan untuk mengumpulkan pahala se banyak²nya di akhir zaman ini karena Allah Swt, agar Umur kita berkah.

Sumber: Kitab “Robi’ul Asror” Al Habib Hasan bin Ahmad Al Kaff, Madinah

Open post

CINTA NABI SAW DAN AHLI BAITNYA

BERHUSNU DHON KEPADA DZURRIYYAH / AHLIL BAIT ROSULULLAH SAW DAN MENCINTAINYA MENURUT AL-QUR’ AN  DAN HADITS RASULULLAH SAWW.

Oleh: Alfaqir Muhammad Afif Zuhri.

Kita sebagai ummat nabi Muhammad SAW wajib berhusnu dhon terhadap kebaikan Nabi Muhammad SAW dan Ahli baitnya karena Allah telah Nabinya dan Ahli baitnya dengan berfirmanNYA :

وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيْمٍ

“Dan sesungguhnya engkau (Muhammad), benar-benar berbudi pekerti yang luhur“.

Dan bagaimana kita tidak percaya terhadap kebaikan ahli bait Nabi ?, sedangkan mereka adalah darah daging Nabi yang suci jiwa raganya, dan Allah pun berkeinginan menghapus dan menghilangkan kejelekan mereka dan membersihkan sebersih-bersihnya. Allah SWT berfirman:

إِنَّمَا يُرِيدُ اللهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

INNAMA YURIDULLAHU LIYUDZHIBA ‘ANGKUMUR-RIJSA AHLAL-BAITI WA YUHAHHIRAKUM TATH-HIIRO

Artinya: Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.

Rosulullah SAW bersabda:

إنَّ اللهَ فَطَمَ إبْنَتِىْ فَاطِمَةَ وَوَلَدَهَا مِنَ النَّارِ. الحديث

Sesungguhnya Allah SWT, telah memutuskan hubungan anak prempuanku Fatimah dan anak-anaknya dari Neraka.

Allah juga berfirman Kepada Nabi Muhammad SAW agar menganjurkan kepada ummat manusia walaupun  bukan seagama, untuk mencintai kerabat / keluarga Nabi SAW :

قُلْ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِلَّا الْمَوَدَّةَ فِي الْقُرْبَى

QUL LAA AS’ALUKUM ‘ALAIHI AJRON ILLAL-MAWADDATA FIL-QURBAA.

Artinya: Katakanlah “Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan (kaum kerabat, keluarga yang sangat dekat dengan Nabi Muhammad Saww)”. (QS. Asy-Syuura : 23)

AL-TFSIR

  1. Dalam kitab Hilyatul Awliya’, jilid 3 halaman 201 disebutkan: bahwa Jabir Al-Anshari berkata: Pada suatu hari orang badui datang kepada Nabi saw, lalu ia berkata: Wahai Muhammad, jelaskan kepadaku tentang Islam! Lalu Rasulullah saw bersabda:  “Bersaksilah kamu sesungguhnya tiada Tuhan kecuali Allah Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya, dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya”. Kemudian orang badui itu bertanya: Apakah dalam hal ini (dakwah ini) kamu meminta upah padaku? Rasulullah saw menjawab: “Tidak, kecuali kecintaan kepada keluargaku. ”Selanjutnya orang badui itu berkata: Sekarang aku berbaiat kepadamu, dan semoga Allah melaknat orang yang tidak mencintaimu dan keluargamu. Rasulullah saww. menjawab: “Aamiin.”.
  1. Dalam tafsir Ad-Durrul Mantsur oleh Jalaluddin As-Suyuthi, tentang ayat ini: As-Suyuthi mengutip hadis yang bersumber dari Ibnu Abbas, ia berkata: Ketika ayat ini (Asy-Syura: 23) turun, para sahabat bertanya: Ya Rasulallah, siapakah dari keluargamu yang wajib dicintai oleh kami? Rasulullah saw menjawab: “Ali, Fatimah, Hasan dan Husein”. Ibnu Abbas berkata, ketika ayat ini turun Rasulullah saw bersabda: “Hendaknya kalian menjagaku dengan menjaga Ahlul baitku dan mencintai mereka. Sebagaimana beliau bersabda:

أَحِبُّوا اللهَ لِمَا يَغْذُوكُمْ بِهِ مِنْ نِعَمِهِ، وَأَحِبُّونِي لِحُبِّ اللهِ، وَأَحِبُّوا أَهْلَ بَيْتِي لِحُبِّي

“AHIBBUULLAAHA LIMAA YAGHDUUKUM BIHI MIN NI’AMIHI, WA AHIBBUUNII LIHUBBILLAAHI, WA AHIBBUU AHLA BAITII LIHUBBII.

Artinya : Cintailah Allah kerena nikmat-nikmat yang di anugerahkan-Nya, cintailah aku karena kecintaan kepada Allah dan cintailah Ahlul-baitku (keluargaku) karena kecintaamu kepadaku.”. (HR. At-Tirmidzi, At-Tabarani, Al-Hakim  dari Ibnu Abbas ra.)

Rosulullah saw juga bersabda:

أَدِّبُوْا أَوْلاَدَكُمْ عَلَى ثَلاَثِ خِصَالٍ حُبِّ نَبِيِّكُمْ وَحُبِّ أَهْلِ بَيْتِهِ وَقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ. (رواه الديلمي عن علي)

“ADDIBUU AULAADAKUM ‘ALAA TSALAATSI KHISHOOLIN : HUBBI NABIYYIKUM, WA HUBBI AHLI BAITIHI, WA QIROO’ATIL-QUR’AAN.

Artinya : Didiklah anak-anakmu atas tiga perkara : 1. Kecintaan kepada Nabimu, 2. Kecintaan kepada Ahlul Baitnya, 3. dan cinta membaca Al-Qur’an.”. (HR. Al-Dailami Dari Ali kwj.)

ANJURAN UNTUK MEMPERTAHANKAN KECINTAAN TERHADAP NABI DENGAN MEMULIAKAN AHLI BAITNYA

Kalau kita mengaku cinta Nabi maka kita harus bisa membuktikannya dengan menghurmati dan menjaga perasaan ahli baitnya, supaya Nabi kita tidak kecewa dengan prilaku jelek kita terhadap ahli bait / anak cucunya.

وعَن ابنِ عُمرَ رضي الله عنهما، عن أبي بَكْر الصِّدِّيق رضي الله عنه مَوْقُوفاً عَلَيْهِ أَنَّهُ قَالَ: اُرْقُبُوا مُحَمَّداً صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم في أَهْلِ بيْتِهِ، رواه البخاري

Artinya: Dari Ibnu Umar ra, dari Abubakar Ash Shiddiq ra, ia berkata: “Peliharalah kehormatan Nabi Muhammad saww. Yaitu dengan memuliakan ahli baitnya (keluarganya)”. (HR: Bukhori, Didalam Kitab Riyadhus Sholihin)

JAMINAN SYAFAAT DAN MASUK SORGA BAGI SIAPAPUN YANG MENCINTAI AHLI BAIT / DZURRIYYAH NABI

Sayyidina Ali Karromallahu wajhah berkata:

اِلزَّمُوْا مَوَدَّتَنَا اَهْلَ الْبَيْتِ فَاِنَّهُ مَنْ لَقِى اللهَ تَعَالَى وَهُوَ يَوَدُّنَا دَخَلَ الْجَنَّةَ بِشَفَاعَتِنَا وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَا يَنْفَعُ عَبْدًا عَمَلٌ عَمِلَهُ اِلَّا بِمَعْرِفَةِ حَقِّنَا

“IL-ZAMUU MAWADDATANAA AHLAL-BAITI FAINNAHU MAN LAQIYALLAAHA TA’AALA WA HUWA YAWADDUNAA DAKHOLAL-JANNATA BISYAFAA’ATINAA, WALLADZII NAFSII BIYADIHI LAA YANFA’U ‘ABDAN ‘AMALUN ‘AMILAHU ILLA BIMA’RIFATI HAQQINAA.

Artinya: Mantapkan (hatimu) atas kecintaan kepada kami Ahlul-Bait, Sebab barangsiapa menghadap Allah dengan mencintai kami pasti ia masuk surga dengan syafaat kami, Demi yang jiwaku ditangan-Nya, tidak akan berguna amal seseorang bagi dirinya kecuali ia mengetahui hak kami (atasnya).”. (HR. At-Tabarani Dari Hasan bin Ali ra)

Rosulullah SAW bersabda:

أَرْبَعَةٌ أَنَا شَفِيْعٌ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةْ: اَلْمُكْرِمُ لِذُرِّيَتِيْ، وَالْقَاضِيْ لَهُمْ حَوَائِجَهُمْ، وَالسَّاعِيْ لَهُمْ فِيْ أُمُوْرِهِمْ عِنْدَ اضْطِرَارِهِمْ، وَالْمُحِبُّ لَهُمْ بِقَلْبِهِ وَلِسَانِهِ. الْحَدِيْثَ.  (إسعاد الرفيق

Ada empat golongan yang aku berikan syafa`at besokdi hari Qiyamat, yitu:

  1. Orang yang menghurmati / memulyakan keturunanku
  2. Orang yang memenuhi hajat mereka,
  3. Orang yang berusaha menyelesaikan urusan mereka, ketika mereka berada dalam kesulitan.
  4. Orang yang mencintai mereka dengang hati dan lisannya.
Scroll to top