Open post

FIQIH SHOLAT SUNNAH 3

FIQIH SHOLAT SUNNAH 

Tentang Shalat Isyroq

Oleh: KH Muhammad Afif Zuhri

Shalat Isyraq adalah sholat yang dikerjakan pada saat matahari sudah setinggi satu tombak. shalat israq merupakan bagian dari sholat Dhuha, perbedaannya adalah dari waktu pelaksanannya. shalat isyraq dilaksanakan pada saat sesudah matahari terbit dan meninggi satu tombak, yaitu -sekitar 15 sampai 20 menit sesudah terbit- sampai matahari mendekati dipertengahan. Yang dimaksud dengan mendekati pertengahan yaitu sekitar 10 menit sebelum di pertengahan. Setelah waktu pertengahan maka dimulailah waktu untuk sholat Dhuha, yaitu pada saat matahari sudah sangat panas sampai memanaskan tanah dan pasir sehingga panasnya itu dirasakan oleh kaki anak-anak onta, ini sering disebut waktu ketika anak onta sudah kepanasan.

 Keutamaan dari sholat ini adalah mendapatkan pahala haji dan umrah dengan sempurna. seperti yang dijelaskan oleh Rasulullah S.A.W dalam hadist Al-Tirmidzi:

مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

“Siapa yang shalat Shubuh dengan berjamaah, lalu duduk berdzikir kepada Allah sehingga matahari terbit, kemudian shalat dua rakaat, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala haji dan umrah, sempurna sempurna sempurna.” (HR. Al Tirmidzi)

Maksud dari berdzikir kepada Allah hadist ini, merujuk pada orang yang berdzikir kepada Allah di mesjid tempat orang itu sholat sampai matahari terbit atau sampai masuk waktu shalat isyraq, dan tidak berbicara apapun kecuali berdzikir dan jika orang tersebut wudhunya batal maka diperbolehkan untuk berwudhu keluar mesjid dan setelah itu langsung masuk kembali ke mesjid. Berdzikir disini mempunyai arti yang umum, dzikir disini bisa berarti membaca Al Qur’an, membaca zikir di waktu pagi, maupun zikir-zikir lain yang disyariatkan.

Kata “Isyraq” memiliki arti terbit. Dari kata ini dapat diambil kesimpulan bahwa shalat Isyraq adalah shalat yang dilakukan saat terbitnya matahari. Dalam Al-Qur’an dijelaskan:

 إِنَّا سَخَّرْنَا الْجِبَالَ مَعَهُ يُسَبِّحْنَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِشْرَاقِ

“Sungguh kami telah menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Nabi Daud) pada waktu petang dan pagi.” (QS. Shad: 18)

Istilah shalat Isyraq yang dilaksanakan setelah terbitnya matahari mungkin lebih asing di telinga kita jika dibandingkan dengan shalat Dhuha yang juga dilaksanakan di waktu yang sama. Namun yang menjadi pertanyaan, adakah perbedaan di antara keduanya? Atau kedua shalat tersebut hanyalah perbedaan istilah saja?

Ulama yang pertama kali mempopulerkan shalat setelah terbitnya matahari dengan sebutan shalat  Isyraq adalah Hujjatul Islam Imam Al Ghazali berdasarkan hadits:

كان إذا أشرقت وارتفعت قام وصلى ركعتين وإذا انبسطت الشمس وكانت في ربع النهار من جانب المشرق صلى أربعا

“Rasulullah SAW berdiri untuk shalat dua rakaat ketika matahari terbit dan ketika matahari mulai menjulang tinggi dari arah timur, yaitu saat seperempat siang, Rasulullah SAW kembali melakukan shalat empat rakaat” (HR. Tirmudzi)

Permulaan shalat dua rakaat yang dilakukan oleh Rasulullah SAW pada saat matahari terbit pada hadits di atas dijadikan sebagai hujjah kesunnahan shalat Isyraq ini.

 Dalam menstatuskan apakah shalat Isyraq ini merupakan shalat yang sama dengan shalat Dhuha, para ulama berbeda pendapat. Menurut Al Ghazali shalat Isyraq berbeda dengan shalat Dhuha, dalam arti shalat Isyraq adalah kesunnahan tersendiri yang tidak sama dengan kesunnahan shalat Dhuha. Namun menurut pendapat yang lain seperti Imam Hakim dalam kitab Al Mustadrak, shalat Isyraq dan shalat Dhuha adalah shalat yang sama berdasarkan hadits yang menyebutkan bahwa shalat pada waktu Isyraq disebut juga dengan shalat awwabin, sedangkan shalat awwabin merupakan nama lain dari shalat Dhuha. (Ibnu Hajar Al-Haitami, Fatawa al-Fiqhiyaah al-Kubra, juz 1 hal.188)

Berpijak pada ulama yang berpandangan bahwa shalat Isyraq dan shalat Dhuha adalah shalat yang berbeda, maka niat shalat Isyraq harus dengan lafal yang berbeda dengan shalat Dhuha, yaitu dengan lafal:

أصلي سنة الإشراق ركعتين مستقبل القبلة لله تعالى

Jumlah rakaat shalat Isyraq hanya terbatas dua rakaat saja, sesuai dengan hadits riwayat imam turmudzi di atas, sehingga saat seseorang telah melaksanakan shalat Isyraq dua rakaat, lalu ia menambahkan dua rakaat lagi dengan niat shalat Isyraq, maka shalat yang ia lakukan dihukumi tidak sah. (Syekh Sulaiman al-Jamal, Hasyiyah al-Jamal, juz 4, hal. 311).

Waktu pelaksanaan shalat Isyraq ini adalah mulai terbitnya matahari dengan ketinggian satu tombak, sama dengan awal waktu shalat Dhuha, dan berakhir saat seperempat siang yaitu saat matahari mulai menjulang tinggi. Shalat Isyraq ini juga bisa di qadha’ ketika ditinggalkan, berdasarkan ketentuan bahwa shalat Isyraq adalah Sunnah mustaqillah (kesunnahan tersendiri).  

Pada saat rakaat pertama shalat Isyraq, disunnahkan membaca surat Ad Dhuha, dan pada rakaat kedua, disunnahkan membaca surat Al Insyirah.

Lalu ketika selesai melaksanakan shalat membaca doa sebagai berikut:

اللّهُمّ يا نُوْرَ النُّوْرِ بِالطُّوْرِ وَكِتَابٍ مَسْطُوْرٍ فِي رَقٍّ مَنْشُوْرٍ وَالْبَيْتِ الْمَعْمُورِ، أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِيْ نُوْرًا أَسْتَهْدِيْ بِهِ إِلَيْكَ وَأَدُلُّ بِهِ عَلَيْكَ، وَيَصْحَبُنِيْ فِي حَيَاتِي وَبَعْدَ الْاِنْتِقَالِ مِنْ ظُلّامِ مِشْكَاتِي، وَأسْأَلُكَ بِالشَّمْسِ وَضُحَاهَا، وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا، أَنْ تَجْعَلَ شَمْسَ مَعْرِفَتِكَ مُشْرِقَةً بِيْ لَا يَحْجُبُهَا غَيْمُ الْأَوْهَامِ، وَلَا يَعْتَرِيْهَا كُسُوْفُ قَمَرِ الْوَاحِدِيَّةِ عِنْدَ التّمَامِ، بَلْ أَدِمْ لَهَا الِإشْرَاقَ وَالظُّهُوْرَ عَلَى مَمَرِّ الْأَيَّامِ وَالدُّهُوْرِ، وَصَلِّ اللَّهُمَّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَاتَمِ الْأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِّلهِ رَبّ الْعَالَمِيْنَ، اَللّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِإِخْوَانِنَا فِي اللهِ أَحْيَاءً وَأَمْوَاتاً أَجْمَعِيْنَ

ALLAHUMMA YAA NUURON NUURI BITh ThOURI WA KITAABIN MASThUURIN FII ROQQIN MANSyUURIN WAL BAITIL MA’MUURI, AS-ALUKA AN TARZUQONII NUURON ASTAHDII BIHI ILAIKA WA ADULLU BIHI ‘ALAIKA, WA YAShHABUNII FII HAYAATII WA BA’DAL INTIQOOLI MIN ZhULLAAMI MISyKATII, WA AS-ALUKA BISy SyAMSI WA DhUHAAHAA WA NAFSIN WA MAA SAWWAHAA, AN YA’TARIIHAA KUSUUFU QOMARIL WAAHIDIYYAH ‘INDAT TAMAAMI, BAL ADIM LAHAAL ISyROOQO WAZh ZhAHUURO ‘ALAA MAMARRIL AYYAAMI WAD DUHUURI, WA ShALLILLAHUMMA ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN KhOOTAMIL ANBIYAA-I WAL MURSALIINA WAL HAMDULILLAHI ROBBIL ‘AALAMIINA, ALLAHUMMAGhFIR LANAA WALIWALIDIINAA WALI IKhWAANINAA FILLAHI AHYAA-AN WAL AMWAATAN AJMA’IINA.

Ya Allah, Wahai Cahayanya Cahaya, dengan wasilah bukit Thur dan Kitab yang ditulis  pada lembaran yang terbuka, dan dengan wasilah Baitul Ma’mur, aku meminta kepadaMu  agar Engkau memberiku cahaya, yang dengannya aku dapat mencari petunjukMu, dan dengannya aku menunjukkan tentangMu. Dan yang terus-menerus mengiringiku dalam kehidupanku dan setelah berpindah (ke alam lain; bangkit dari kubur) dari kegelapan liang (kubur) ku. Dan aku meminta padaMu dengan wasilah matahari beserta cahayanya di pagi hari, dan kemulyaan yang wujud pada selain matahari, agar Engkau menjadikan matahari ma’rifat padaMu (yang ada padaku) bersinar menerangiku, tidak tertutup oleh mendung-mendung keraguan, tidak pula terlintasi gerhana pada rembulan kemaha-esaan dikala purnama. Tapi jadikanlah padanya selalu bersinar dan selalu tampak, seiring berjalannya hari dan tahun. Dan berikanlah rahmat ta’dzim Wahai Allah kepada junjungan kami Muhammad, sang pamungkas para nabi dan Rasul. Dan segala Puji hanya milik Allah tuhan penguasa alam. Ya Allah ampunilah kami, kedua Orang tua kami serta kepada saudara-saudara kami seagama seluruhnya, baik yang masih hidup ataupun yang telah meninggal”.

Keterangan

  1. Sulthonul Qulub Al Habib Mundzir bin Fuad Al Musawa rhm. pernah di tanya masalah sholat Isyroq, beliau mengatakan : Shalat Isyraq dan shalat lainnya yang teriwayatkan 4 rakaat, maka boleh dengan dua salam atau dengan satu salam dan satu tasyahhud, namun ulama-ulama Syafi’i melakukannya dengan dua salam.
  2. Mengenai shalat Isyraq tak ada surat yang khusus yang diwajibkan padanya,
  3. ada ikhtilaf mengenai shalat Dhuha, ada yang mengatakan bahwa shalat dhuha adalah shalat Isyraq, maka mereka yang berpegang pada pendapat ini tentunya boleh saja mereka shalat dhuha jam 7 pagi karena saat itu sudah masuk waktu isyraq.
  4. waktu shalat Isyraq adalah 1 jam + 50 menit dari adzan subuh, yaitu 110 menit dari adzan subuh, berakhir jika matahari sudah terbit dengan sempurna.
  5. Saya Al-faqir Muhammad Afif Zuhri mengambil pendapat ini, yaitu memisahkan antara Dhuha dan Isyraq, sebagaimana Guru Mulia kita Habib Salim Al-Syatiri melakukannya dan mengijazahkanya kepada kita demikian.

Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa para ulama berbeda pendapat dalam menstatuskan apakah shalat Dhuha dengan shalat Isyraq adalah shalat yang sama atau berbeda. Menurut pendapat yang mengatakan bahwa kedua shalat ini adalah sama maka niat shalat Isyraq juga harus sama dengan niat shalat Dhuha. Namun ketika berpijak pada ulama yang  mengatakan bahwa kedua shalat ini berbeda, maka niat shalat Isyraq berbeda dengan sholat Dhuha batas waktu shalat juga berbeda. Wallahu a’lam.

(Referensi dari berbagai sumber kitab) Shalat Isyroq

Open post

FIQIH ZAKAT [ 1 ]

FIQIH ZAKAT 1

Oleh: KH Muhammad Afif Zuhri

كتاب الزكاة

تجب الزكاة في خمسة أشياء وهي: المواشي والأثمان والزروع والثمار وعروض التجارة.

Bab Zakat.

Zakat itu wajib dalam lima perkara yaitu binatang, barang berharga, tanaman, buah, dan harta dagangan.

فأما المواشي فتجب الزكاة في ثلاثة أجناس منها وهي: الإبل والبقر والغنم وشرائط وجوبها ستة أشياء: الإسلام والحرية والملك التام والنصاب والحول والسوم

Adapaun binatang wajib dizakati dalam tiga jenis antara lain unta, sapi, kambing. Dan Syarat wajibnya ada enam yaitu: Islam, merdeka, kepememilikan yang sempurna, mencapai nishab (jumlah minimum), haul (setahun)

فأول نصاب الإبل خمسة وفيها شاة وفي عشر شاتان وفي خمسة عشر ثلاث شياة وفي عشرين أربع شياة وفي خمس وعشرين بنت مخاض وفي ست وثلاثين بنت لبون وفي ست وأربعين حقة وفي إحدى وستين جذعة وفي ست وسبعين بنتا لبون وفي إحدى وتسعين حقتئن وفي مائة وإحدى وعشرين ثلاث بنات لبون ثم في كل أربعين بنت لبون وفي كل خمسين حقة.

NISHAB ZAKAT UNTA

Permulaan nisab onta itu 5 ekor. Dan (zakatnya) untuk 5 ekor adalah 1 ekor biri-biri umur 1-2 tahun. 10 ekor unta adalah 2 ekor biri-biri umur 1-2 tahun. 15 ekor unta adalah 3 ekor biri-biri umur 1-2 tahun. 25 ekor unta adalah 1 ekor unta betina umur 1-2 tahun. 38 ekor unta adalah 1 ekor unta betina umur 2-3 tahun. 46 ekor unta adalah 1 ekor unta betina umur 3-4 tahun. 61 ekor unta adalah 1 ekor unta betina umur 4-5 tahun. 76 ekor unta adalah 2 ekor unta betina umur 2-3 tahun. 91 ekor unta adalah 2 ekor unta betina umur 2-3 tahun. 121 ekor unta adalah 3 ekor unta betina umur 2-3 tahun. Kemudian untuk tiap 40 ekor (seterusnya) zakatnya 1 ekor unta betina umur 2-3 tahun, dan untuk tiap 50 ekor (seterusnya) zakatnya 1 ekor unta betina umur 3-4 tahun.

أول نصاب البقر

وأول نصاب البقر ثلاثون وفيها تبيع وفي أربعين مسنة وعلى هذا أب.

NISHAB ZAKAT LEMBU

Permulaan nisab lembu itu 30 ekor, untuk jumlah ini zakatnya 1 ekor tabi’ (anak lembu jantan umur 2-3 tahun). 40 ekor lembu adalah 1 ekor musinnah (anak lembu betina umur 2-3 tahun) dan untuk seterusnya dapat dianalogikan.

أول نصاب الغنم

وأول نصاب الغنم أربعون وفيها شاة جذعة من الضأن أو ثنية من المعز وفي مائة وإحدى وعشرين شاتان وفي مائتين وواحدة ثلاث شياة وفي أربعمائة أربع شياة ثم في كل مائة شاة.

NISHAB ZAKAT KAMBING

Permulaan nisab kambing 40 ekor zakatnya adalah 1 ekor biri-biri (domba) yang telah tanggal gigi serinya (boleh juga yang berumur 1-2 tahun meskipun belum copot gigi serinya) atau 1 ekor kambing betina yang telah tanggal gigi serinya (boleh juga yang berumur 2-3 tahun meskipun belum tanggal gigi serinya). Untuk 121 ekor kambing zakatnya 2 ekor biri-biri (dengan keadaan gigi atau umur seperti di atas). 201 kambing zakatnya 3 ekor biri-biri (dengan keadaan gigi atau umur seperti di atas). Kemudian untuk seterusnya bagi tiap-tiap 100 ekor zakatnya 1 ekor biri-biri (dengan keadaan gigi atau umur seperti di atas).

(فصل) والخليطان يزكيان زكاة الواحد بسبع شرائط: إذا كان المراح واحدا والمسرح واحدا والمرعى واحدا والفحل واحدا والمشرب واحدا والحالب واحدا وموضع الحلب واحدا

Dua orang yang berserikat (memiliki kambing) mengeluarkan zakat (kambingnya) dengan 7 macam syarat: 1. Jika tempat menyimpan ternak itu satu; 2. tempat melepasnya satu; 3. tempat menggembalanya satu; 4. pejantannya satu; 5. tempat minumnya satu; 6. pemerahnya satu; 7. tempat pemerahnya satu.

زكاة الأثمان

وأما الأثمان فشيئان: الذهب والفضة. وشرائط وجوب الزكاة فيها خمسة أشياء: الإسلام والحرية والملك التام والنصاب والحول.

ZAKAT BARANG BERHARGA

Adapun zakat barang berharga ada dua perkara yaitu emas dan perak.

Adapun wajib zakatnya emas dan perak ada lima yaitu Islam, merdeka, kepemilikan yang sempurna, nisob, dan haul.

فنصاب الذهب عشرون مثقالا وفيه ربع العشر وهو نصف مثقال وفيما زاد بحسابه ونصاب الورق مائتا درهم وفيه ربع العشر وهو خمسة دراهم وفيما زاد بحسابه (مهمة) ولا تجب في الحلي المباح زكاة

NISHOB EMAS DAN PERAK

Nisab emas adalah 20 miskal (+/- 85 gram, jika 1 miskal 4.25 gram). Untuk jumlah ini zakatnya seperempatnya sepersepuluh (2.5%) yaitu sama dengan 1/2 miskal. Untuk selebihnya (dizakati) menurut perhitungan. Sedangkan nisab perak adalah 200 dirham (200 talen atau 672 gram) untuk jumlah ini zakatnya seperempatnya sepersepuluh (2.5%) yaitu (sama dengan) 5 dirham. Untuk selebihnya (dizakati) menurut perhitungannya.

(Perhatian) Untuk perhiasan emas / perak yang mubah (diperbolehkan) tidaklah wajib dizakati.

زكاة الزروع

وأما الزروع فتجب الزكاة فيها بثلاثة شرائط: أن يكون مما يزرعه الآدميون. وأن يكون قوتا مدخرا. وأن يكون نصابا وهو: “خمسة أوسق لا قشر عليها“.

ZAKAT TANAMAN

Adapun tanaman maka wajib zakat dengan tiga sarat: Yaitu: Tanaman bisa dibudidayakan anak adam,Tahan untuk disimpan, Mencapai satu nisob / batas minimal yaitu lima ausuq tanpa kulit.

نصاب الزروع والثمار

ونصاب الزروع والثمار خمسة أوسق وهي: ألف وستمائة رطل بالعراقي وفيما زاد بحسابه وفيها إن سقيت بماء السماء أو السيح، العشر وإن سقيت بدولاب أو نضح، نصف العشر

NISHOB TANAMAN DAN BUAH-BUAHAN

Nisab hasil pertanian dan buah-buahan itu 5 ausuq yaitu 1600 kati menurut neraca negeri Irak.[1]

Untuk selebihnya (harus dizakati) menurut perhitungannya. Dan untuk jumlah 5 ausuq tersebut, jika diairi dengan air hujan atau air sungai (yang mengalir sendiri ke sawah) maka zakatnya sepersepuluhnya (10%). Jika diairi (dengan air sungai atau perigi yang ditimba) dengan kerekan atau alat penyiram (yang digerakkan oleh tenaga binatang) maka zakatnya setengahnya sepersepuluh (5%).

وأما الثمار فتجب الزكاة في شيئين منها: ثمرة النخل. وثمرة الكرم وشرائط وجوب الزكاة فيها أربعة أشياء: الإسلام والحرية والملك التام والنصاب.

Adapun buah buahan maka wajib zakat dalam dua buah: buah kurma dan buh anggur. Dan ada empat saratnya yaitu: Islam, Merdeka, kepemilikan secara sempurna dan mencapai satu nisob / batas minimal.

وأما عروض التجارة فتجب الزكاة فيها بالشرائط المذكورة في الأثمان . وتقوم عروض التجارة عند آخر الحول بما اشتريت به ويخرج من ذلك ربع العشر

Adapun harta dagangan maka wajib zakat dengan sarat yang tersebut dalam barang berharga dan (Hendaklah) dihitung barang-barang dagangan itu ketika akhir tahun dengan harga berapa barang-barang itu telah dibeli. Dan wajiblah dikeluarkan dari harga barang-barang dagangan itu (jika telah mencapai nisabnya) seperempatnya sepersepuluh (2.5%).

وما استخرج من معادن الذهب والفضة يخرج منه ربع العشر في الحال وما يوجد من الركاز ففيه الخمس.

Apa yang telah digali dari tambang emas dan perak, harus dikeluarkan (zakat) dari padanya sepertempatnya sepersepuluh (2.5%) seketika itu juga. Dan apa yang didapat dari rikaz (barang-barang terpendam dari jaman jahiliyah) zakatnya adalah seperlima (20%)

Keterangan :

[1] 5 ausuq sama dengan 720 kg beras (padi tanpa kulit) atau 1200 kg (12 kwintal) padi.

Rincian perhitungan nisab beras sbb: 1 ausuq / wasaq beras = 60 sha’. 1 sha’ beras = 4 mud. 1 mud beras = 6 ons (kurang lebih). Jadi, 1 ausuq = 6 ons x 4 x 60 = 1440 ons. 5 ausuq = 5 x 1440 ons = 7200 ons (720 kg)

Rincian perhitungan nisab padi: 100 kg padi = 60 kg beras. Berarti, 60 kg beras = 100 kg padi. 600 kg beras = 1.000 kg padi. 720 kg beras = 1200 kg padi. Jadi, nisab padi adalah 1.200 kg padi (12 kwintal).

Open post

SINGKATAN / RUMUZ NAMA-NAMA ULAMA’ DALAM ISLAM

SINGKATAN / RUMUZ NAMA-NAMA ULAMA’ DALAM ISLAM

  1. ر م Syihâb ad-Dîn Ahmad bin Hamza ( ar-Ramly al-Kabîr ).
  2. مـر Syams ad-Dîn Muhammad bin Ahmad (ar-Ramly As- Saghîr 919 – 1004 H ).
  3. حـج Ibn Hajar al-Haitamy ( 909 – 973 H. )
  4. خـط Al-Khathîb as-Syirbîny ( … – 977 H. ).
  5. ز ي Nûr ad-Dîn ‘Ali az-Zayâdy atau az-Ziyâdy ( … – 1024 H.).
  6. س م / س ب Syihâb ad-Din bin Qâsîm al-Abâdy( 964 – 922 / 994 H.)
  7. ظ ب Nashîr ad-Dîn Manshûr at-Thablawy ( … – 1014 H.).
  8. ب ر Abû Abdillâh Muhammad bin Abdud-Daim Al-Barmawy .( 763 – 831 H.).
  9. با ج Al-Baijury ( 1198 – 1277 H.).
  10. أ ج Al- ‘Allâmah ‘Athiyyatullâh bin Athiyah al-Burhân ( … – 190 H.).
  11. ح ف Asy-Syamsu Muhammad bin Sâlim al-Hafnawy ( 1101 – 1181 H.).
  12. ش ق / ش ر ق Abdullâh bin Hijâz bin Ibrâhîm as-Syarqawy ( 1150 – 1226 / 1227 H).
  13. حا ل / ح ل Nûr ad-Dîn ‘Ali bin Ibrâhîm al-Halaby ( 975 – 1044 H.).
  14. ع ش ‘Ali Syibramalisy; Nûr ad-Dîn Abû Dliyâ’ ‘Ali bin ‘Ali ( 997 – 1087 H.).
  15. ق ل Syihâb ad-Din Ahmad bin Salâmah al-Qulyûby ( … – 1069 H.).
  16. س ل Sulthân bin Ahmad al-Mazâkhi ( 985 – 1075 H.).
  17. ع ن Muhammad al-‘Inâni ( … – 1098 H.).
  18. ب ج Sulaimân bin Muhammad bin ‘Umar al- Bujairamy.
  19. خ ض Syamsu Muhammad Syaubary al-Khadry ( 977 – 1069 H.).
  20. م د Hasan bin ‘Ali Ahmad al-Mudâbiry ( … – 1170 H.).
  21. ع ب / ع ب د Abd al-Hamid; asy-Syekh Abd al-Hamid ad-Daghistâny.
  22. أ ط Muhammad bin Manshûr al-Ithfihy al-Mishry.
  23. ي As-Sayyid bin Abdullâh bin ‘Umar al-Alawy ( 1209 – 1265 H.).
  24. ك / ك ر Asy-Syekh Muhammad bin Sulaimân al-Kurdy ( … – 1194 H.)

Open post

UKURAN DAN TAKARAN DALAM ILMU FIQIH

UKURAN DAN TAKARAN DALAM ILMU FIQIH

  1. Satu QIROTH menurut imam Tsalasah                 : 0,215 Gr
  2. Satu DIRHAM menurut imam Tsalasah                : 2,715 Gr
  3. Satu MITSKOL menurut imam Tsalasah               : 3,879 Gr
  4. Satu DANIQ menurut imam Tsalasah                    : 0,430 Gr
  5. Satu DZIRO’ Al-Mu’tadil menurut Aktsarin-Nas : 48 Cm

Menurut Al Makmun                                                  : 41,666625 Cm

Menurut An-Nawawi                                                  : 44,720 Cm

Menurut Ar-Rofi’I                                                       : 44,820 Cm

  1. Satu MUD Menurut Imam Tsalatsah                     : 9,22 Cm (P x L x T ) = 0,766 Ltr
  2. Satu SHO Menurut Imam Tsalatsah                      : 14,65 Cm (P x L x T ) = 3,145 Ltr
  3. Satu WASAQ Menurut Imam Tsalatsah                : 57,32 Cm (P x L x T ) = 188,712 Ltr
  4. Satu SHO’ Gandum (Hinthoh) Menurut Imam An-Nawawi       : 1.862,18 Gr
  5. Satu MUD Gandum (Hinthoh) Menurut Imam An-Nawawi       : 456,54 Grm
  6. Satu SHO’ Beras putih                                                                          : 2.719,19 Grm
  7. Satu Mud Beras putih                                                                           : 679,79 Grm
  8. Air DUA KULAH Menurut An-Nawawi                                            : 55,9 Cm ( P x L x T ) = 174,580 Ltr

Menurut Ar-Rofi’iy                                                : 56,1 Cm (P x L x T ) = 176,245 Ltr

Menurut Ahli Iraq                                                  : 63,4 Cm (P x L x T ) = 245,325 Ltr

Menurut Aksarin-Nas                                            : 60 Cm (P x L x T ) = 187,385 Ltr

  1. Zakat Fitrah adalah satu SHO’                                                              : 2.719,19 Grm = 2,71919 Kg
  2. Jarak Qosor Sholat menurut    –  Kitab Tanwirul Qulub                  : 80,640 Km

–  Al-Ma`Mun                                    : 89,999992 Km

– Ahmad Husain                               : 94,500 Km

– Aksarul Fuqha                                : 119,99988 Km

– Hanafiyyah                                      : 96 km

– Kitab Fiqh al-Islamy                     : 88, 74 km

– Imam Ahmad Husain al-Mishry: 94, 5 km

  1. Satu Mil menurut / Versi Imam Makmûn                                         : 1, 666665 km

Versi Imam Ahmad Husain al-Mishry   : 1, 76041 km

Versi Mayoritas ulama’                            : 2, 4999975 km

  1. Farsakh: Versi Imam Makmûn                                                             : 4, 99995 km

Versi Imam Ahmad Husain al-Mishry                               : 5, 28125 km

Versi Mayoritas ulama’                                                         : 7, 4999925 km

  1. RITL BAGDAD menurut: – An-Nawawi                                            : 349,16 Grm

– Ar-Rofi’I                                                 : 353,49 Grm

  1. NISHOB SARIQOH emas menurut Imam Tsalasah                       : 0,97 Grm
  2. Satu UQIYAH                                                                                          : 12 Dirham
  3. Satu DIRHAM : 2 Gram

DAFTAR NISOB DAN ZAKAT HARTA ZAKAWIY

  1. Perak 543,35Gr 1/40=13,584 Gr   zakatnya                               : 2,5% Dikeluarkan setelah 1 thn
  2. Tambang Perak 543,35Gr 1/40=13,584Gr                                 : 2,5% Dikeluarkan seketika
  3. Rikaz Perak 543,35Gr 1/5=108,67 Gr                                          : 20% Dikeluarkan seketika
  4. Harta dagang dgn modal perak 543,35Gr 1/40 =13,584 Gr    : 2,5% Ditaksir dengan perak dan dikeluarkan setelah 1 thn
  5. Emas 77,58Gr 1/40 =1,9395 Gr                                                     : 2,5% Dikeluarkan setelah 1 thn
  6. Tambang Emas 77,58Gr 1/40 =1,9395 Gr                                   : 2,5% Dikeluarkan seketika
  7. Rikaz Emas 77,58Gr 1/5=15,516Gr                                               : 20% Dikeluarkan seketika
  8. Harta dagang dgn modal emas 77,58Gr 1/40 =1,9395 Gr        : 2,5% Ditaksir dgn emas dan dikeluarkan setelah 1 thn
  9. Gabah Tanpa biaya pengairan, 1.323,132 Kg. 1/10=132,3132 Kg         : 10%
  10. Gabah dg biaya pengairan 1.323,132 Kg. 1/20=66,1566Kg                   : 5%
  11. Padi gagang Tanpa biaya pengairan 1.31,516 Kg 1/10=163,1516Kg     : 10%
  12. Padi gagang dg. biaya pengairan 1.31,516 Kg 1/20=81,5758 Kg.          : 5%
  13. Beras Tanpa biaya pengairan 815,758 Kg 1/10=81,5758 Kg.                 : 10%
  14. Beras dg. biaya pengairan 15,758 Kg 1/20=40,7879 Kg.                         : 5%
  15. Gandum Tanpa biaya pengairan 558,654 Kg 1/10=55,8654 Kg.           : 10%
  16. Gandum dg. biaya pengairan 558,654 Kg 1/20=27,9327 Kg.                 : 5%
  17. Kacang tunggak Tanpa biaya pengairan 756,697 Kg 1/10=75,6697Kg : 10%
  18. Kacang tunggak dg. biaya pengairan 756,697 Kg 1/20=37,83485 Kg. : 5%
  19. Kacang Hijau Tanpa biaya pengairan 780,036Kg 1/10=78,0036 Kg.  : 10%
  20. Kacang Hijau dg. biaya pengairan 780,036Kg 1/20=39,0018 Kg.        : 5%
  21. Jagung kuning Tanpa biaya pengairan 720 Kg 1/10=72 Kg                   : 10%
  22. Jagung kuning dg. biaya pengairan 720 Kg 1/20=36 Kg.                       : 5%
  23. Jagung Putih Tanpa biaya pengairan 714 Kg 1/10=71,4 Kg                    : 10%
  24. Jagung Putih dg. biaya pengairan 714 Kg 1/20=35,7 Kg.                        : 5%

KETERANGAN

  1. Perhitungan awal tahun pd zakat hewan ternak dimulai dari memilikinya dlm jumlah 1 nishob, begitu juga pada emas & perak. Sedangkan utk barang dagangan maka:
  • Bila modal dagang diambilkan dari emas / perak yg sudah genap 1 nishob baik dipakai semua atau tdk, maka penghitungan tahun dimulai dari pemilikan emas / perak
  • Bila modal dagang berasal dari selain emas / perak yg telah mencapai 1 nishob, maka penghitungan tahun dimulai dari permulaan berdagang.
  1. Daftar nishob dan ukuran di atas dikutif dari kitab “FATHIL-QODIR” susunan Syaikh Ma’sum bin Ali Quwaron, Jombang.
  2. Yang dimaksud dgn Imam Tsalatsah di atas adalah Imam Maliki, Imam Syafi’I dan Imam Hambali.
  3. Nishob emas pada daftar di atas adalah nishob emas murni (emas dgn kadar 100%). Sedangkan utk mencari nishob emas yg tdk murni (emas dgn kadar kurang dari 100%) yaitu dgn cara: Nishob emas murni (77,58) dibagi kadar emas yg tdk murni kemudian hasilnya dikalikan dgn kadar emas murni (100) Contoh:

Untuk pencarian Nishob emas dgn kadar 90%:

Nishob = 77,58 : 90 x 100 = 86,2 Gr Zakat yg harus dikeluarkan

– 2,5% (1/40) = 2,155 Gr

– 2,0% (1/50) = 17,24 Gr

Untuk pencarian Nishob emas dgn kadar 75%:

Nishob = 77,58 : 75 x 100 = 103,44 Gr Zakat yg harus dikeluarkan

  • 2,5% (1/40) = 2,586 Gr
  • 2,0% (1/50) = 20,688 Gr
  1. Nishob dan ukuran utk jenis biji-bijian dengan menggunakan berat / gram sebagai mana daftar di atas adalah hanya pendekatan saja. Sebab ukuran yang asal menurut Syara’ adalah dengan menggunakan Sho’ / Wasaq yang ada pada jaman Rasululloh SAW, maka dihimbau kepada kaum muslimin apabila ada perbedaan pendapat dalam menentukan berat kadar nishob, agar mengambil kadar yang ukurannya telah diyakini tidak kurang dari kadar yang telah ditentukan Syara’. (Fathul Wahhab 1/114 dan Sullamut-Taufiq: 41)
Scroll to top