Open post

IMPIAN

IMPIAN : Ikatan Alumni dan Pelajar Islam Yayasan Annur.

          Semua santri dan pelajar di bawah yayasan ANNUR adalah keluarga besar yayasan ANNUR, merek adalah:

  1. Yang pernah belajar di RA SULTAN FATTAH
  2. Yang pernah belajar di Pond Pes SULTAN ABD. FATTAH
  3. Yang pernah belajar di TPQ ANNUR
  4. Yang pernah belajar di MTQ ANNUR
  5. Yang pernah belajar di MDT SALAFIYYAH ANNUR
  6. Yang pernah belajar di MTs. ANNUR
  7. Yang pernah belajar di Pond Pes ANNUR

Mereka di ikat dalam sebuah Organisasi yang di sebut: IMPIAN (Ikatan Alumni dan Pelajar Islam Yayasan Annur).

Pembentukan perkumpulan ini di dasari dengan Perintah Allah SWT yang tertuang dalam Alqur`an Surat Ali Imron : 103

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖوَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ

Artinya: Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.

 

Dan kata Sayyidina Umar bin Al-Khattab RA:

إِنَّهُ لاَ إِسْلاَمَ إِلاَّ بِجَمَاعَةٍ وَلاَ جَمَاعَةَ إِلاَّ بِإِمَارَةٍ وَلاَ إِمَارَةَ إِلاَّ بِطَاعَةٍ فَمَنْ سَوَّدَهُ قَوْمُهُ عَلَى الْفِقْهِ كَانَ حَيَاةً لَهُ وَلَهُمْ وَمَنْ سَوَّدَهُ قَوْمُهُ عَلَى غَيْرِ فِقْهٍ كَانَ هَلاَكًا لَهُ وَلَهُمْ

“Sesungguhnya tidak ada Islam kecuali dengan berjama’ah (Perkumpulan), dan tidak ada Jama’ah kecuali dengan kepemimpinan (minijmen), dan tidak ada kepemimpinan kecuali dengan ditaati, maka barang siapa yang kaum itu mengangkatnya sebagai pimpinan atas dasar kefahaman, maka kehidupan baik (kesejahteraan) baginya dan bagi kaum tersebut, tetapi barangsiapa yang kaum itu mengangkatnya bukan atas dasar kefahaman, maka kerusakan baginya dan bagi mereka.” (HR. Ad-Darimi Sunan Ad-Darimi dalam bab Dzihabul ‘ilmi: I/79)

Perkumpulan ini di harapkan agar Para Pelajar, santri dan Alumni bisa:

  1. Mendapatkan Ridlo dan hidayah Allah SWT.
  2. Bersatu dan meningkatkan pengalaman, wawasan dan kemampuan dalam segala bidang serta mampu men SYIARKAN AJARAN ISLAM ALA AHLIS-SUNNAH WALJAMA`AH.
  3. Memberikan bantuan baik moril maupun matriel terhadap kelangsungan dan kemajuan pendidikan di bawah Yayasan ANNUR Pesisir Demak.
  4. Ikut serta membesarkan organisasi SYIARUL ISLAM WALMUSLIMIN JAMAAH ALWASILAH dan Badan otomomnya di berbagai daerah.
  5. Menjadi Khoiro Ummat dan khoironnaas yang anfauhum lin-naas.

Pengurus Ikatan Alumni dan Pelajar Islam Yayasan Annur (IMPIAN)

Ketua                                                Sekretaris

 

Muhammad Umar AH                     Muhammad Eko P.

 

Open post

SYIMJA

SYI`ARUL ISLAM WAL MUSLIMIN JAMA`AH “ALWASILAH” (SYIMJA)

Pesisir Purworejo Bonang Demak Jawa Tengah Indonesia

Pengantar

الْحَمْدُ للهِ الَّذِىْ نَشَرَ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينْ، وَجَعَلَهُ مِنْ شَعَائِرِهِ وَمِنْ إِهْتِمَامِ الصَّالِحِينْ، وَقَالَ: وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبْ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَرْسَلَهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينْ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّينْ. أَمَّا بَعْدُ: فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: أَلَابِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبْ.  

Syi’ar adalah lafadh yang mufrad, jamaknya adalah asy’irah atau sya’a-ir,  Syiar menurut bahasa artinya simbol / tanda pengenal / selogan/ kemulyaan / kebanggaan.

Syiar dg arti tanda pengenal, seperti yang disebut dalam hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Dawud yang artinya:

(شعار المهاجرين عبد الله وشعار الأنصار عبدر الرحمان)

Artinya ”Syiar (tanda) kaum Muhajirin adalah Abdullah dan Syiar(tanda) kaum Anshar adalah Abdurrahman”

Syiar dengan arti slogan dipergunakan oleh Nabi SAW dalam beberapa hadis. Misalnya hadis yang diriwayatkan Imam at-Tirmizi

(شعار المؤمنين على الصراط: رب سلم سلم)

Artinya, ”Syiar (slogan) orang mukmin pada jembatan di akhirat adalah, ‘Ya Allah, selamatkan, selamatkan.

Dalam Alquran, kata syiar tidak disebutkan. Yang disebutkan adalah padanannya yaitu sya’irah dan jamaknya sya’a-ir.

Kata sya’a-ir Allah dalam Alquran pada umumnya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan syiar-syiar Allah. sebagaimana Firman Allah SWT:

ذٰلِكَ وَمَنْ يُّعَظِّمْ شَعَاۤىِٕرَ اللّٰهِ فَاِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوْبِ

Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya hal itu timbul dari ketakwaan hati. (Al-Haj: 32)

Sya’a-ir Allah merupakan simbol-simbol Allah SWT yang terdiri atas segala hal yang berhubungan dengan Kebesaran Allah, Kemulyaan Islam dll. seperti tempat – tempat pelaksanaan ibadah haji:

(1) Shafa, Marwa, Ka’bah, Arfah dan sebagainya;

(2) manasik dan ibadah wajib;

(3) larangan-larangan, misalnya berburu dan

(4) waktu dan musim pelaksanaan kewajiban haji.

Atau

(1) Tanda-tanda atau tempat-tempat beribadah dan taat kepada Allah SWT.

(2) Segala amalan yang dilakukan dalam rangka ibadah yang semarak dan bisa di tiru orang lain.

Di kalangan umat Islam Indonesia, kata syiar juga sering dipakai dengan dihubungkan pada kata Islam, sehingga menjadi syiar Islam. Syiar Islam diartikan sebagai kemuliaan dan kebesaran.

Secara umum, syiar Islam merupakan tanda, simbol atau slogan Islam yang nampak dari ibadah yang dirayakan secara besar-besaran seperti Dzikir bersama, shalat Idul Adha dan Idul Fitri di Masjid / lapangan terbuka.

Selain itu juga berlaku pada kegiatan ke-Islaman yang dilakukan masyarakat Islam seperti perayaan maulid Nabi Muhammad SAW, perayaan Isra` Mi’raj Nabi Muhammad SAW. dll.

Sesuai dengan namanya SYI`ARUL ISLAM WAL MUSLIMIN JAMA`AH “ALWASILAH” (SYIMJA) Organisasi ini berperan sebagai pengembang / penyebar ajaran Islam ala ahlissunnah wal jama`ah pada bangsa Indonesia dengan santun agar semua ummat tetap meyaqini bahwa Islam sebagai agama yang Rohmatan lil-alamin, karena itu diperlukan adanya bimbingan dan arahan bagi para penyebar dan pengembangnya agar benar-benar berkualitas dan berakhlaqul karimah, yang berilmu dan beramal serta mampu memberikan tauladan sekaligus sebagai pemberi solusi dari persoalan masyarakat demi terciptanya sebuah masyarakat yang sejahtera dan berkualitas.

Ormas ini juga berperan sebagai wadah untuk membantu dan membimbing para anggota dan atau masyarakat Indonesia agar bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta mendidik dan membina ummat agar memiliki keimanan, ketaqwaan dan ketenangan batiniah. Meningkatkan ukhuwwah Islamiyyah dan ukhuwwah wathoniyyah serta mewujudkan kegotong-royongan dalam melaksanakan ibadah dan ta`awun `alal birri wat-taqwa. Membimbing dan mengarahkan ummat serta mendo’akannya agar mendapatkan keselamatan,  kesuksesan dan kebahagiaan dunia Akhirat.

Peran inilah yang menjadi fokus dari kegiatan yang dilakukan oleh Ormas SYI`ARUL ISLAM WAL MUSLIMIN JAMA`AH “ALWASILAH” (SYIMJA)  dimana Ormas ini mencoba untuk memberikan solusi kepada jama’ahnya dalam menyelesaikan persoalan hidup yang terkait dengan masalah Ibadah kepada Allah SWT, dan masalah kesulitan ekonomi, dimana persoalan kesulitan ekonomi ini seringkali membuat manusia lupa dan putus asa. Lupa karena terlalu asiknya mencari uang (kehidupan dunia), putus asa karena tidak lagi menemukan solusi atau cara untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.

Persoalan-persoalan seperti di ataslah yang menyebabkan sebagian masyarakat Indonesia pada khususnya mengalami tendensi moral, dimana mereka banyak yang lupa akan Tuhan mereka. lalu dari tendensi moralitas inilah akhirnya sebagian umat manusia menghalalkan segala cara demi mencapai kebahagian duniawi yang bersifat sementara. mereka tidak menemukan kepuasan batiniah yang hakiki, seakan-akan yang terjadi adalah hilangnya sifat berkah dari rizki yang di turunkan oleh Allah kepada mereka lantaran kurangnya berdzikir dan  bersyukur kepada Allah SWT.

Berangkat dari latar belakang di atas, maka Ormas SYI`ARUL ISLAM WAL MUSLIMIN JAMA`AH “ALWASILAH” (SYIMJA) di Bentuk, dimana Ormas ini diharapkan nantinya mampu menjawab sekaligus memberikan solusi dari persoalan-persoalan yang dihadapi oleh umat manusia dewasa ini. Karena itu kegiatan-kegiatan keagamaannya harus mampu menjawab atas persoalan masyarakat yang kering dari sifat-sifat religius, sekaligus merupakan penyejuk rohani yang gersang diterpa kerakusan manusia dalam mengarungi kehidupan duniawi yang penuh intrik ini.

نَحْنُ نُرِيْدُ وَاللهُ فَعَّالٌ لِمَا يُرِيْدُ

Open post
YAYASAN ANNUR

YAYASAN ANNUR

PROFIL YAYASAN ANNUR PESISIR DEMAK

Yayasan Annur merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang mencoba untuk mengkomparasikan antara pengetahuan agama dan umum. Berangkat dari pemahaman bahwa sesungguhnya konsep sebuah pendidikan tidak perlu adanya dikotomi, ini merujuk kepada konsep pendidikan yang di gagas oleh Ali Alatas, dimana beliau mengatakan bahwa dalam ilmu pengetahuan tidak berlaku yang namanya dikotomi. Berangkat dari pemikiran inilah pendiri yayasan mencoba untuk mengawinkan kedua konsep keilmuan yang berbeda latar belakang tersebut, namun mempunyai tujuan yang sama yakni pencerdas para anak-anak bangsa.

Yayasan Annur yang berperan sebagai center of knowledge mencoba untuk mewujudkan cita-cita ideal para perumus konsep pendidikan nasional, yakni pendidikan sebagai mediator pencerdas anak bangsa. Disamping itu, Yayasan Annur juga mencoba untuk merumuskan sebuah konsep pendidikan alternative yang bertujuan mencetak para intelektual muda yang berwawasan luas, nasionalis, namun tetap berpegang teguh kepada ajaran dan nilai-nilai agama.

Berikut adalah struktur-struktur organisasi dan pendidikan yang berada di bawah Yayasan Annur.

YAYASAN  “ANNUR” PESISIR DEMAK , mengelola

  1. PONDOK PESANTREN “ANNUR” PESISIR PURWOREJO BONANG DEMAK.
  2. PONDOK PESANTREN “SULTAN ABDUL-FATTAH” BINTORO DEMAK.
  3. (TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR`AN (TPQ) “ANNUR”
  4. MADRASAH TAHFIDH AL-QUR`AN (MTQ) “ANNUR”
  5. MADRASAH DINIYYAH SALAFIYYAH “ANNUR”
  6. RAUDLOTUL-ATHFAL SULTAN FATTAH,
  7. MADRASAH TSANAWIYAH (MTs.) “ANNUR’ Purworejo Bonng Dmak,
  8. PESANTREN YATAMA / DARUL-AITAM  YAYASAN  “ANNUR”

Untuk biaya oprasional pendidikan semua lembaga di bawah Yayasan Annur Pengurus tidak memberatkan terhadap semua peserta didik di bawahnya, karena rata-rata mereka adalah dari keluarga tidak mampu yang memerlukan bantuan dari semua pihak yang mau mendermakan sebagian harta bendanya secara ikhlas.

Oleh karena itu Pengurus berharap agar  ada dermawan yang berkeinginan mendermakan hartanya untuk kemaslahatan dan kelancaran Yayasan “ANNUR” serta menyalurkannya melalui:

 Bank BNI. Cabang: Kudus No Rekening: 0780153231. atas nama AFIF ZUHRI

Open post

JAMA’AH ALWASILAH

PROFIL JAMA`AH ”ALWASILAH”

LATAR BELAKANG BERDIRINYA JAMA`AH AL-WASILAH

Pada suatu hari Hadlrotussyekh KH Muhammad Afif Zuhri memimpin Jama`ah bertawassul dengan guru besarnya Syekh Abdul-Qodir Al-Jailani RA. Dengan membaca Manaqib AL-FAIDLURROHMANI FI MNAQIBISSYEKH ABDIL-QODIR AL-JAILANI, yang beliau susun sendiri. Di  sa`at beliau mengucapkan ”MAULAYA SHOLLI WASALLIM DAIMAN ABADA …” lalu dalam mukasyafahnya datanglah sosok Nabi Muhammad SAW di hadapannya dengan pandangan sinis kepadanya, Hadlrotussyekh lalu sedih, merasa bersalah lalu bertaubat, memohon ampun dan syafa`at sambil menangis yang panjang,lalu di ikuti oleh semua jama`ah yang hadir di majlisnya. Akhirnya beliau mendapatkan Isyaroh bahwa Nabi Muhammad SAW merasa kecewa karena Hadlrotussyekh di anggap tidak memberikan tempat bagi beliau SAW. Seketika itu juga Hadlrotissyekh memdapatkan Ilham dari Allah SWT bisa mengucapkan Qosidah-qosidah sholawat dan pujian terhadap kedudukan Nabi Muhammad SAW. Kemudian Qosidah tersebut beliau beri nama: AL-WASILAH FI MAULIDI WA SIROTI ROSULILLAH SAW. Sedangkan para Santri dan  JAMA`AH nya disebut “JAMA`AH AL-WASILAH”

Dengan berharap agar mereka selalu beramal solih sesuai dengan syari`at Allah SWT dan Rosulullah SAW, juga tetap di akui sebagai Ummat Muhammad yang selalu mendapat Ridlo Allah SWT dan ridlo Rosulullah. SAW.

TENTANG AL-WASILAH

Dalam kitab “AL-ANWARUL-MUHAMMADIYYAH FIL- MAWAHIBIL-LADUNNIYYAH di sebutkan bahwa:

أَلْوَسِيْلَةُ: مَا يُعْمَلُ مِنَ الصَّالِحَاتِ لِيُقَرِّبَ اِلىَ اللهِ

Al-wasilah adalah: suatu kebaikan yang di lakukan agar bisa dekat kepada Allah SWT.

Kita berharap agar Jama`ah Al-wasilah bisa melakukan kebaikan agar benar-benar taqorrub (dekat) kepada Allah SWT Amin

أَلْوَسِيْلَةُ: عَلَمٌ عَلَى اَعْلَى مَنْـزِلَةٍ فِى اْلجَنَّةِ

Al-wasilah adalah: Bendera yang berada di tempat yang paling tinggi di Sorga

Kita berharap agar Jama`ah Al-wasilah bisa melakukan kebaikan sehingga Allah memberikan anugrahnya kepada mereka bisa menjadi penerang dan penunjuk di dunia maupun di Sorga. Amin

أَلْوَسِيْلَةُ: مَنْـزِلَةُ الرَّسُوْلِ وَدَارُهُ فِى الْجَنَّةِ

Al-wasilah adalah: Tempat singgah Rasulillah SAW dan kediaman beliau di Sorga

Kita berharap agar Jama`ah Al-wasilah bisa melakukan kebaikan sehingga Allah SWT. menempatkan kita pada tempat yang berdekatan dengan Rosulillah SAW baik di Dunia maupun di Sorga. Amin

أَلْوَسِيْلَةُ: اَقْرَبُ اَمْكِنَةِ الْجَنَّةِ اِلَى الْعَرْشِ

Al-wasilah adalah: Tempat di Sorga  yang paling dekat dengan `Arasynya Allah SWT.

Kita berharap agar Jama`ah Al-wasilah bisa melakukan kebaikan sehingga kita kelak benar-benar masuk Sorga yang bisa taqorrub (dekat) Serta lebih banyak melihat (Musyahadah) kepada Allah SWT. Amin

لِنَبِيِّنا مُحَمَّدٍ ﷺ  فِى الجَنَّةِ أَعْلَى مَنْزِلة، وَهِيَ مَنْزِلَةُ “الوَسِيلَة”

Nabi kita Muhammad saw memiliki tempat yg paling unggul di sorga ya itu tempat yg di sebut dg “AL-WASILAH”.

الوَسِيلَةُ أَعْلَى دَرَجَة فِى الجَنَّةِ. هذِهِ لَا تَنْبَغِي إِلّا لِنَبِيِّنا لأَنَّهُ أَفْضَلُ خَلْقِ اللهِ وأَعْلَى خَلْقِ اللهِ رُتبَةً وَمَنْزِلَةً.
Al-wasilah adalah tingkatan yg Unggul di sorga. Tingkatan ini hanya di berikan oleh Allah kepsds Rosulullah SAW, krn beliau Makhluk yg paling Afdlol, makhluk yg paling unggul, baik pangkat maupun tempatnya.

الوَسِيلَة التي نَسأَلُها للرّسُولِ قَبْلَ الدُّخولِ فِى الصّلاة: “اللهُمَّ آتِ سيدَنا محمَّدًا الوَسِيلَةَ وَالفَضِيلَة وابعثه اللَّهم المَقامَ المَحْمُودَ الذي وعَدته إنَّك لا تخلف المِيعاد”.

AL-WASILAH: selalu kita mohonkan untuk baginda Rosulillah SAW sebelum kita sholat 5 waktu. Karena Nabi kita memang menginginkanya. Ya Allah berikan kepada baginda Muhammad saw AL-WASILAH (Tempat yg tinggi/unggul di sorga)

قال الرّسُولُ ﷺ: “إِذا أَذَّنَ المؤَذِّنُ فَقُولُوا مِثْلَ ما يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَيّ ثُمَّ سَلُوا لِيَ الوَسِيلَة فَإِنَّها مَنْزِلَةٌ فِى الجَنَّةِ لا تَنْبَغِي إِلَّا لِعَبْدٍ مِنْ عِبادِ اللَّهِ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنا هُو”

Rosulullah SAW bersabda:Apabila seorang Mu`addzin adzan, maka ucapkan sama dengan apa yang ia ucapkan, lalu bacakan sholawat untuk ku kemudian mintalah untuk ku  “AL-WSILAH” karena Al-wasilah adalah tingkatan yang unggul di Surga. (Tingkatan ini hanya di berikan oleh Allah kepada hamba Allah yang sholih, dan saya (Rosulullah SAW) berharap agar saya lah hamba itu

قَوْلُ الرّسُولْ ﷺ ذلِكَ مِنْ تَواضُعِهِ، وَالحَقِيقَةُ أَنَّهُ هُوَ صَاحِبُ هذه المَنْزِلَة التي تُسَمَّى الوَسِيلَةَ

Rosulullah SAW mengatakan seperti itu karena Tawadlu`nya, padahal Haqiqatnya hanya beliaulah yang berhak mendapatkan tempat ini (Tempat yang di sebut Al-Wasilah)

Jama`ah Al-wasilah adalah: kumpulan orang-orang yang menuju dan mencari Ridlo Allah SWT. dengan:

  1. Mencintai Allah, Rosulullah dan sesama makhluq menurut  syari`at Islam ala Ahlissunnah wal-jamaah.
  2. Berdzikir dalam bimbingan Thoriqoh Qodiriyyah Pondok Pesantren “ANNUR” Pesisir Purworejo Bonang Demak
  3. Bertawassul dengan Rosulillah SAW. wa Ahli baitihi, para Masyayikh, para Ulama`, Para Wali termasuk Sayyidissyekh Abdil-Qodir Al-jilani RA. Untuk mencapai ketaqwaan dan Ridlo Allah SWT.

Jama`ah Al-wasilah bercita-cita mewujudkan: INDONESIA SEJAHTERA AMAN DAN DAMAI (IS`AD)

 

KEANGGOTAAN JAMA`AH ALWASILAH

 

Anggauta Jama`ah Al-wasilah terdiri dari:

  1. Para alim ulama (Assalaf Assholihun Al-Amilun) yang terdaftar dalam jam`iyyah ini.
  2. Para santri dan alumni Pondok Pesantren ANNUR, Pesisir Purworejo Bonang Demak / Pondok Pesantren SULTAN ABDUL FATTAH Bintoro Demak, Peserta pengajian di bawah bimbingan hadlrotissyekh KH Muhammad Afif Zuhri Al-Utsmani dan Mustajiz dari beliau yang masih aktif mengikuti kegiatan-kegiatan Jam`iyyah ini
  3. Orang-orang yang mengamalkan: Thoriqoh, Maulidir-Rasul saw ”AL-WASILAH” Manaqib Kubro, AL-FAIDLIR-ROHMANI atau Mujahadah AL-WASILAH FI JALBIR-RIZQI WAL FADLILAH.
  4. Orang-orang Muslimin wal-Muslimat yang mendaftarkan diri sebagai anggota dan pendaftarannya di terima oleh pengurus Jamaah Al-wasilah.
  5. Orang-orang Muslimin dan Muslimat yang minta di do`akan secara khusus oleh Jama`ah Al-wasilah serta memberikan Infaq / shodaqoh untuk SYIARUL ISLAM WALMUSLIMIN JAMAAH AL-WASILAH.

HAK DAN KEWAJIBAN ANGGAUTA

Anggota berhak mendapatkan perhatian dari Jama`ah ”Alwasilah” dan selalu di doakan dalam tiap-tiap kegiatan agar selalu mendapatkan hidayah Allah subhanahu wa ta`ala, ma`unah NYA, Dan ridlo NYA.

Anggota wajib beribadah, berdoa serta mendoakan teman-teman / anggota  lainnya dan membantu terlaksananya semua kegiatan Jama`ah Al-Wasilah dari segala bidang. Karena semua itu adalah bentuk ibadah kepada Allah SWT.

MANFA`AT BERDO`A DAN DI DO`AKAN

Berdo`a itu sangat penting bagi kehidupan manusia, sebab menurut Rosulullah do`a itu menjadi otak nya ibadah, sebagaimana beliau bersabda:

الدُّعَاءُ مُخُّ الْعِبَادَةِ

Artinya: Do`a itu menjadi otak nya ibadah

Sedangkan ibadah kepada Allah itu merupakan tugas pokok dalam kehidupan manusia. Ingat Allah SWT telah berfirman dalam Al-qur`an

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ. الاية

Tak akn aku ciptakan Jin dan manusia melainkan agar beribadah kepadaku..

Kalau do`a adalah otaknya Ibadah, bagaimana seseorang bisa ber-Ibadah secara sempurna tanpa berdo`a? Karena itu sempatkan berdo`a dan mendo`akan teman-teman kita.

Rosulullah SAW juga bersabda

لَيْسَ شَيْئٌ اَكْرَمَ عَلَى اللهِ مِنَ الدُّعَاءِ

“ Tak ada yang paling mulya menurut Allah selain do`a”.

عن أبي الدرداء رضي الله عنه قال: قال رسول اللهِ صلى الله عليه وسلم:  مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ، إِلاَّ قَالَ الْمَلَكُ: وَلَكَ بِمِثْلٍ اهـ صحيح مسلم.

Dari Abi Darda` RA bahwa Rosulullah SAW bersabda “Tak ada seorang hamba Muslim yang mendoakan temannya dengan tidak di ketahui oleh orang yang di doakan kecuali Malaikat berkata kamu pasti mendapatkan yang sama. (Shohih Muslim)

كَانَ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ: «دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ» (صحيح مسلم)

Dulu Rosulullah SAW pernah bersabda “Doa seorang Muslim terhadap saudarannya dengan tidak di ketahui oleh saudara yang di doakan itu di ijabah oleh Allah, dan pada kepalanya ada Malaikat yang di beri kepercayaan, sewaktu-waktu orang itu mendoakan saudaranya dengan baik maka Malaikat tersebut berkata Amin. dan kamu pasti mendapatkan yang sama. (Shohih Muslim)

Demikin pula orang yang tidak mau berdo`a kepada Allah resikonya pun besar sekali di antaranya

  1. Berdosa / ma`siyat sebagaimana sabda Rosulullah, SAW

تَارْكُ الدُّعَاءِ مَعْصِيَةٌ

  1. Allah marah kepadanya sebagaimana sabda Rosulullah, SAW

مَنْ لَمْ يَدْعُ اللهَ تَعَالَى يَغْضَبْ عَلَيْهِ

Untuk mendapatkan taufiq dalam beribadah atau memperoleh kesuksesan dalam kehidupan dunia akhirat seperti mendatangkan banyak rizqi (kekayaan yang berkah dan bermanfaat) kita harus selalu mengharapkan Fadlol Allah dengan bertaqwa dan berdo`a kepadanya, karena pada hakekatnya, kesuksesan, rizqi dan kekayaan akan datang dengan fadlol Allah. Tanpa fadlol Allah, manusia tidak akan bisa sukses. Oleh kerena itu, berdo`alah untuk mendapatkan fadlol / rizqi dari Allah, Insya Allah dengan berdo`a Allah akan memberikan apa yang kita inginkan. Amin. Bahkan do`a yang mustajab bisa menolak atau merubah taqdir yang mu`allaq / goiru mubrom. Sebagai mana sabda Rosulullah Saw

لَاَ يَرُدُّ الْقَدْرَ اِلَّا الدُّعَاءْ. الحديث رواه ابن حبان

Tak ada yang bisa menolak takdir kecuali do`a.

Allah SWT berfirman :

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِي اَسْتَجِبْ لَكُمْ… الاية. المؤمن: 60

Artinya:  Tuhan kalian berkata : Berdo`alah kalian semua kepada Ku niscaya Aku mengabulkan do`a kalian.

وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَإِنِّيْ قَرِيْبٌ. أُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِ. البقرة: 186

Artinya: Bilamana hambaku bertanya tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan do`a orang yang berdo`a kepadaKu .

Rosulullah SAW. Bersabda

أُدْعُوا اللهَ وَاَنْتُمْ مُوْقِنوُنَ باِلْاِجَابَةْ وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ لاَيَسْتَجِيْبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ. رواه الترمذى والحاكم عن ابى هريرة رضي الله عنهم

Artinya: Berdoalah kalian kepada Allah dengan penuh keyaqinan di ijabahi olehnya, ketahuilah Allah tidak akan mengijabahi doa dari orang yang hatinya lupa pada Allah dan tidak bersunggu-sungguh dalam berdoa.

Memperhatikan penjelasan di atas kita semua faham bahwa berdoa itu sangat penting, demikian pula minta di do`akan oleh teman-teman, karena doa dari teman-teman itu kadang-kadang lebih mustajab dari pada do`a kita sendiri.

Karena itu, kita para anggota Jamaah Al-wasilah berharap agar:

  1. Jama`ah Al-wasilah di mana pun berada tidak segan-segan berdo`a dan mendo`akan saudara-saudara kita minal muslimin wal muslimat terutama yang tergabung dalam Jama`ah Al-wasilah. Serta hadir dalam kegiatan Mujahadah, layanan doa dan tawassul tiap-tiap malam tgl 13 bulan qomariyah di Masjid Annur Pesisir Purworejo Bonang Demak atau di daerah-daerah lain sebagai cabangnya seperti Blora, Purwodadi, Tuban, Kudus, Jepara dan lain sebagainya.
  2. Para Ikhwan minal muslimin wal-muslimat bisa bergabung atau menjadi anggota jamaah Al-wasilah sehingga mendapatkan haq di doakan dan mendo`akan dalam tiap-tiap kegiatan Jamaah Al-wasilah, baik di rumah atau di tempat-tempat lain
  3. Para Ikhwan yang mempunyai permasalahan baik duniawi maupun ukhrowi bisa mengajukan bantuan do`a lewat Jam`iyyah Al-wailah. Semoga Jama`ah Al-wasilah bisa menjadi Mediator bagi terqabulnya do`a-do`a kita sepanjang masa. Amin. Lihat layanan do`a dan tawassul di Agenda kegiatan Jama`ah Al-wasilah.

Open post

KH MUHAMMAD AFIF ZUHRI

PROFIL PENDIRI SYIMJA (SYIARUL ISLAM WAL MUSLIMIN JAMA’AH ALWASILAH)

Assyaikh KH. MUHAMMAD AFIF ZUHRI

Muhammad Afif Zuhri, lahir di Demak pada tanggal 11 April 1963. Beliau menyelesaikan pendidikan  formalnya di Perguruan Islam Khoiriyyah Hajen Margoyoso Pati pada tahun 1983 dan telah lama mengikuti pendidikan agama di beberapa Pondok Pesantren di antaranya ialah:

  1. PP AL-AMIN Babalan Wedung Demak, dibawah bimbingan Ayahnya: Syekh Muhammad Zuhri dan Pamannya KH Muhammad Amin Dakhlan.
  2. PP Al-falah Meranggen Demak, dibawah bimbingan KH Ahmad Murodi, KH Muslih, KH Ahmad Muthohhar, Syekh Abdur-Rohman bin Ahmad Badawi dan KH Ishaq.
  3. PP Bustanutholibin Hajen Margoyoso Pati, dibawah bimbingan Pamannya KH Mawardi, KH Abdullah Rifa`i, KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh, KH Abdullah Salam.
  4. PP Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta, dibawah bimbingan KH Ali Maksum, KH Zainal Abidin Munwir, KH Habullah, KH Humam, dan KH Mufid Mas`ud.
  5. PP Darul-ulum alsyar`iyyah Cirebon, dibawah bimbingan Syekh Mahmud Mukhtar, Syek Syarwani Bendo, KH M`ruf Khoiruddin Malang. dll.

Sanad Keilmuan beliau KH. Muhammad Afif Zuhri hingga sampai Rasulullah saw

  1. Assyaikh KH. Muhammad Afif Zuhri
  2. Assyaikh Al-walid Muhammad Zuhri Al-Utsmani Demak
  3. Assyaikh Hasyim Asy`ari Rois Am Ke 1
  4. Assyaikh Muhammad Kholil Bangkalan dan Assyaikh Mahfudz at-Tarmusi

 

  1. Assyaikh KH. Muhammad Afif Zuhri
  2. Assyaikh Muhammad Amin Bin Dahlan
  3. Assyaikh Ali Ma`shum Yogyakarta Rois Am Ke 4
  4. Assyaikh KH Maksum bin Ahmad dan KH Dimyati at-Tarmusi
  5. Assyaikh Mahfudz at-Tarmusi

 

  1. Assyaikh KH. Muhammad Afif Zuhri
  2. Assyaikh Ahmad Murodi dan KH. Mushlih Demak dan
  3. Assyaikh KH Maksum bin Ahmad dan KH Dimyati
  4. Assyaikh Mahfudz at-Tarmusi

 

  1. Assyaikh Muhammad Afif Zuhri
  2. Assyaikh Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh Hajen Rois Am Ke 7
  3. Assyaikh Zubair Dahlan
  4. Assyaikh Faqih Maskumambang
  5. Assyaikh Mahfudz at-Tarmusi

 

  1. Assyaikh Muhammad Afif Zuhri
  2. Syekh Mahmud bin Mukhtar dan KH. Muhammad Ahmad sahal Mahfudh.
  3. Syekh Hayatul Makiy dan Syekh Khozin Muhajir
  4. Syaikh Mahfudz at-Turmusi
  5. Sayyid Abi Bakar bin Muhammad Syatho al-Makki
  6. Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan
  7. Syaikh Utsman bin Hasan ad-Dimyati
  8. Syaikh Abdullah bin Hijazi asy-Syarqowi
  9. Syaikh Muhammad bin Salim al-Hafni
  10. Syaikh Ahmad al-Khulaifi
  11. Syaikh Ahmad al-Bisybisyi
  12. Syaikh Sulthan bin Ahmad al-Mazzahi
  13. Syaikh Ali az-Ziyadi
  14. Al-Muhaqqiq Syaikh Ahmad bin Hajar al-Haitami
  15. Syaikhul Islam Zakariya al-Anshari
  16. Syaikh Jalaludin al-Mahalli
  17. Syaikh Al-Wali Ahmad bin Abdurrahim al-‘Iraqi
  18. Syaikh Abdurrahim bin Husain al-‘Iraqi
  19. Syaikh Sirajuddin al-Bulqini
  20. Syaikh ‘Alauddin bin al-‘Atthar
  21. Al-Imam Yahya an-Nawawi (Muharrar al-Madzhab)
  22. Syiakh Abi Hafsh, (Umar bin As’ad az-Zai’i)
  23. Syaikh Abi Umar (Ustman bin Abdurrahman/Ibnu Shalah asy-Syahruzuri)
  24. Syaikh Abdurrahman (ayah Ibnu Shalah)
  25. Syaikh Abi Sa’ad (Abdullah bin Abi ‘Ashrun)
  26. Syaikh Abi Ali al-Fariqi
  27. Syaikh Abi Ishaq (Ibrahim Syaerozi)
  28. Syaikh al-Qodhi Abi al-Thayyib (Thahir bin Abdullah al-Thabri)
  29. Syaikh Abil Hasan (Muhammad bin Ali al-Masirji)
  30. Syaikh Abi Ishaq (Ibrahim bin Ahmad al-Marwazi)
  31. Syaikh Abil Abbas (Ahmad bin Syuraij al-Bagdadi)
  32. Syaikh Abil Qosim (Ustman bin Sa’id bin Yastar al-Anmathi)
  33. Syaikh Ismail bin Yahya al-Muzani
  34. Imam asy-Syafii (Abu Abdillah Muhammad bin Idris)
  35. Imam Maliki (Malik bin Anas)
  36. Imam Nafi’
  37. Abdullah bin Umar
  38. Rasulullah SAW

Sedangkan beliau juga mendapatkan talqin Dzikir melalui thoriqoh Qodiriyyah dari beberapa guru Mursyid sebagaimana silsilah berikut ini.

  1. Allah SWT,
  2. Sayyidina Jibril As,
  3. Sayyidina Muhammad SAW,
  4. Sayyidina Ali ibn Abi Thâlib,
  5. Sayyidina Hasan ibn Ali, dan Sayyidina Husain ibn Ali,
  6. Syaikh Ali Zainal Abidin,
  7. Syaikh Muhammad al-Baqir,
  8. Syaikh Imam Ja’far al-Shâdiq,
  9. Syaikh Musa al-Kazhim,
  10. Syaikh Ali ibn Musa al-Ridha,
  11. Syaikh Ma’ruf ibn Fairuz al-Karkhi,
  12. Syaikh Sari al-Saqathi,
  13. Syaikh Abu al-Qasim Junaidi al-Baghdadi,
  14. Syaikh Abu Bakar al-Syibli,
  15. Syaikh Abdul Wahid al-Tamimi,
  16. Syaikh Abu al-Farraj al-Tursusi,
  17. Syaikh Abu al-Hasan Ali al-Hakkari,
  18. Syaikh Abu Sa’id al-Mubarak al-Makhzumi,
  19. Syaikh Abdul Qodir al-Jailani,
  20. Syaikh Abdul Aziz,
  21. Syaikh Muhammad al-Hattaq,
  22. Syaikh Syamsuddin,
  23. Syaikh Syarofuddin,
  24. Syaikh Zainuddin,
  25. Syaikh Nuruddin,
  26. Syaikh Waliyuddin,
  27. Syaikh Hisyamuddin,
  28. Syaikh Yahya,
  29. Syaikh Abu Bakar,
  30. Syaikh Abdul Rahim,
  31. Syaikh Utsman,
  32. Syaikh Kamaluddin,
  33. Syaikh Abdul Fatah,
  34. Syaikh Murad,
  35. Syaikh Syamsuddin (Makkah),
  36. Syaikh Ahmad Khatib Sambas(w. 1307/1878 di Makkah)
  37. Syekh Abdul Karim Banten
  38. Syekh Asnawi Banten
  39. Syekh Abdul-latif Banten
  40. Syekh Mahmud Mukhtar Cirebon
  41. Syekh Muhammad Afif Zuhri Demak.

Semasa kecilnya beliau sangat tekun dalam menuntut ilmu, berpuasa, berdzikir  dan mencintai pelajaran pelajaran agama seperti nahwu, shorof, fiqih tauhid, tashowwuf dan lain sebagainya, sehingga panggilan ulama` nahwu atau jumhurul ulama` dari teman-temannya sempat singgah pada dirinya. Ketekunan dalam berpuasa dan berdzikir serta kecintaannya terhadap ilmu-ilmu tersebut ternyata tak pernah pupus, karena di usia remajanya beliau lebih giat mendalaminya serta mengamalkannya  dengan menulis ilmu nahwu,  shorof dan ilmu ilmu hikmah sebagai awwal karya tulisnya. Maka tidak lah heran jika teman-teman dan guru-gurunya memanggilnya dengan panggilan Syekh, Syaikhuna atau Imam Sibawaih (yaitu seorang Ulama` yang terkenal kealimannya di bidang ilmu Nahwu dan Shorof).

Panggilan-panggilan besar tersebut bukan tanpa alasan, sebab sanjungan-sanjungan yang di berikan oleh teman bahkan guru beliau sendiri itu muncul karena keahliannya, kemustajaban do`anya dan seringnya  mengarang berbagai macam kitab. seperti kitab nahwu, shorof, tauhid, fiqih,  kitab kitab ilmu hikmah dll.

Karena sistematisnya kitab kitab yang di susun oleh beliau, mudahnya di faham oleh anak-anak kecil membuat para ulama` dan kepala kepala Madrasah diniyyah di kabupaten Demak simpatik dan sepakat menetapkannya sebagai kurikulum Pondok Pesantren dan Madrasah diniyyah sekabupaten Demak baik di lingkungan Departemen agama maupun di lingkunga LP MA`ARIF / NU.   Penghargaan demi penghargaan telah beliau terima dari keberhasilan beliau dalam menulis dan menyelesaikan persoalan-persoalan yang timbul di tengah masyarakat.

Selain berprofesi sebagai penulis, beliau juga aktif mengajar di Madrasah Aliyah NU 3 Ittihad Bahari, Madrasah Tsanawiyyah “ANNUR”  menjadi konsultan ilmu hikmah dan  menjadi guru thoriqoh qodiriyyah sekaligus  Pengasuh Pondok Pesantren “ANNUR” Pesisir Purworejo Bonang Demak, dan Pondok Pesantren Sultan Abdul Fattah Bintoro Demak.

Beliau juga aktif berorganisasi di masyarakat seperti: menjabat sebagai

  1. Ketua IPPNU Ranting Purworejo Bonang Demak (Th 1985-1990)
  2. Wakil Roìs suriyah NU ranting Purworejo Bonang  2 periode ( Th 1990-2000)
  3. Rois suriyah NU, Ranting Purworejo Bonang 2 Periode (Th 2000- 2010)
  4. Katib Suriyah MWC NU Bonang Demak 1 Periode (2005-2010)
  5. Katib Suriyah PC NU Kab. Demak 1 Periode (2011-2015) dan sampai sekarang pun masih duduk dalam kepengurusan NU di berbagai tingkatan.
  6. Penasehat dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan NU: ITTIHAD BAHARI Purworejo Bonang Demak mulai th 1999. sampai sekarang
  7. Ketua Yayasan Pendidikan Islam “ANNUR” Pesisir Purworejo Bonang Demak. mulai th 1992 sampai sekarang.
  8. Pimpinan Jama`ah “AL-WASILAH” dan Mursyid / guru thoriqoh Qodiriyyah
  9. Pimpinan FORMUSIH (Forum musyawaroh Ihya`u ulumiddin Kab. Demak)
  10. Nadhir Masjid Jami` “BAITUR-ROHMAN” Kongsi  Purworejo Bonang Demak sejak Th 1986
  11. Pendiri lembaga sosial kemasyarakatan INDONESIA SEJAHTERA AMAN DAN DAMAI  (IS`AD) 
  12. Pengurus FKUB (Forum Kerukunan Ummat Beragama) Kab Demak. dan lain sebagainya.

Bentuk perhatian beliau dalam urusan agama beliau dedikasikan dalam bentuk da`wah ke pelosok-pelosok daerah, mensyiarkan Islam dalam bentuk amaliyah dan karya-karya tulisnya yang antara lain ialah:

  1. Al-Mabadi` Asshorfiyyah (Kurikulum Madrasah  Diniyyah sekabupaten Demak)  Abi    Baha` Demak 1995.
  2. Metode Praktis belajar dan memahami bahasa Al-qur`an ”Mizani” (Kurikulum Madrasah Aliyah Ittihad Bahari ) , YPI ANNUR, Demak ,2000.
  3. Metode Praktis belajar membaca Al-qur`an dengan ”BAYANI” ( kurikulum TPQ ANNUR ) YPI ANNUR, Demak 1986.
  4. Siir Tajwid Praktis (Kurikulum Madrasah Diniyyah sekabupaten Demak)  Abi Baha` Demak 1996.
  5. Metode Praktis mentartil Al-qur`an  dengan ”TARTILA”
  6. Siir Tauhid Moderen (Terjemahan kitab Aqidatul awwam, kurikulum Madrasah  Diniyyah sekabupaten Demak)  YPI ANNUR, Demak 1996.
  7. Syi`ir Mu`taqod (Kurikulum Madrasah diniyyah salafiyyah Annur) YPI ”ANNUR Demak
  8. Beografi Nabi Muhammad Saw (syiir berbahasa Indonesia dan siir berbahasa Jawa Abi Baha` Demak 1999)
  9. Tata kramane wong luru Ilmu (Syi`ir Ni`mat berilm)
  10. Syiir Ilmu Nahwu Praktis (Kurikulum Madrasah  Diniyyah salafiyyah “ANNUR” )
  11. Al-Amtsilatun Nahwiyyah  Kurikulum Madrasah diniyyah salafiyyah “ANNUR” )
  12. Al-Faidliyyah Fi Dzikri Thoriqotil Qodiriyyah Wan-naqsyabandiyah Wasyadziliyyah.
  13. Al- Aurodul yaumiyyah fi tahsilil mawahibil-ladunniyyah
  14. Jalbul-Arzaqil wasi`ah biqiroati surotil waqi`ah.
  15. Dlou`ul-farsy fi fadhoili Du`ail `Arsy
  16. Nailil qodr fittawassul bi Ahlil badr dan masih banyak lagi karya beliau yang lain.

          Di masa dewasanya beliau sudah di kenal sepagai Ulama` salaf yang moderen, kreatif, aspiratif, responsif, inofatif dan kritis. Para santri dan para pengikutnya meyaqini bahwa beliau adalah sosok panutan yang bila di pandang dari sisi keilmuannya beliaau adalah seorang ilmuwan yang alim, bila di pandang dari sisi ibadah tampak beliau adalah ahli dzikir dan beribadah, di pandang dari sisi ide-idenya selalu muncul untuk membahagiakan ummat, memberikan solusi yang tepat dan terbukti memberikan manfaat bagi mereka terutama kaum dluafa`.

Pada tahun 1985 beliau pulang dari pesantren, melihat sebagian besar masyarakatnya Pesisir pada perkampungan yang baru belum banyak mengenal pendidikan agama, terpanggillah beliau untuk mewujudkan pendidikan keagamaan yang mantab, lalu beliau mendekati orang-orang yang belum tahu tentang sholat serta mengenalkan dan mengajarkan sholat kepada mereka, setelah mereka tahu tentang sholat lalu beliau mengajaknya untuk membangun Musholla,  maka terbentuklah Musholla / Masjid ”ANNUR” lengkap dengan  pengajian anak-anak setiap waktu, orang-orang tua setiap hari Ahad Pagi, lalu berkembang pengajian Thoriqoh setiap hari selasa pagi kemudian terbentuklah Perkumpulan dengan Nama SYIARUL ISLAM WAL MUSLIMIN JAMAAH AL-WASILAH.

Mustahil sebuah perkumpulan akan lahir tanpa adanya sentuhan tangan yang dingin dari seorang pendiri dan para pendukungnya, Para Pendukung tidak akan mendukung jika yang di dukung tidak memiliki tujuan yang baik dan luhur.

Pendiri dari lembaga dan perkumpulan ini adalah seorang tokoh intelektual, Hadlrotissyekh KH. Muhammaad Afif Zuhri. Selaku Mursyid Thoriqoh Qodiriyyah, konsultan ilmu hikmah, Mujizil Mujahadah “Al-Wasilah Fi Jalbir Rizqi Wal Fadlilah” dan Pengasuh Pondok Pesantren ANNUR Pesisir Purworejo Bonang Demak. Sekaligus berperan sebagai pembina dari beberapa lembaga dan perkumpulan yang beliau dirikan.

Tugas yang berat dan tantangan yang berliku siap menghadang langkah beliau ke depannya. Sebab, setiap langkah yang mulia selalu mengalami hambatan dan rintangan dari berbagai pihak, baik rintangan secara sosial maupun rintangan secara ekonomi, karena itu beliau selalu berharap agar semua pihak berkenan untuk mendoakan dan membantu setiap program yang baik dari perkumpulan ini serta berharap agar Allah SWT selalu meridloi dan membimbingnyaa, Amin ya Mujibas-sailin.

 

Scroll to top