Open post

GRA SYIMJA

(GERAKAN REMAJA PUTRA SYIARUL ISLAM MUSLIMIN JAMAAH ALWASILAH)

Remaja adalah generasi yang menjadi tumpuhan umat Islam dan bangsa dalam tiap-tiap negara. Oleh karena itu Eksistensinya sangat penting dan menjadi harapan bagi bagi masa depan agama, bangsa dan negara. Apalagi jika para remaja tidak terlibat dalam kecenderungan terhadap hal-hal yang negative maka keberadaannya sangat mengagumkan bagi siapa saja, bahkan Tuhanpun sangat mengaguminya apalagi manusia, Rosulullah SAW bersabda:

يَعْجَبُ رَبُّكَ مِنْ شَابٍّ لَيْسَتْ لَهُ صَبْوَةٌ

Rabbmu kagum dengan pemuda yang tidak memiliki shobwah (Shabwah adalah kecondongan untuk menyimpang dari kebenaran). [HR. Ahmad]

Syaikh Mustofa Al-Ghulayaini dalam Kitab ‘Idhotun Nasyi’iin berkata:

انتم شبان اليوم ورجال الغد. في ايديكم امر الأمة وفي أقدامكم حياتها

“Kalian semua adalah Remaja di masa sekarang dan pemimpin di masa yang akan datang. Di tangan kalian lah urusan umat berada dan di kaki kalian lah kehidupan mereka”

Melihat pentingnya kedudukan remaja dalam beragama, berbangsa dan bernegara, maka SYIARUL ISLAM WAL MUSLIMIN JAMAAH AL WASILAH merasa terpanggil untuk membentuk GERAKAN REMAJA SYIMJA agar keberadaannya berkualitas dan sesuai yang di harapkan rosulillah SAW, dan ummat manusia. Karena itu GRA SYIMJA harus memilika tujuan yang positif, visi misi dan program kerja yang aktif.
Visi : Miisi SYIMJA
Visi : Terwujudnya Generasi yang Agamis, Nasionalis, Sosialis, Anfa` dan rasionalis (GANSAR)
Misi : Menanamkan dan menguatkan Keimanan, Ketaqwaan, Keaswajaan dan kemampuan dalam segala bidang.
Program kerja Jangka pendek:
1. Melatih kemampuan baca kitab setiap hari ahad pagi
2. Menguatkan ke Aswajaan dan ke binikaan Setiap malam Ahad
3. Menyelenggarakan majlis dzikir, Maulid dan kebangsaan Setiap hari Isnen.
4. Gotong royong bersih-bersih lingkungan setiap hari Ahad Pagi.
Program kerja Jangka menengah:
1. Menyelenggarakan Pelatihan public speaking
2. Menyelenggarakan Pelatihan rebana
3. Menyelenggarakan pengajian Kebangsaan, dzikir dan Maulid gabungan setiap Hari Jumat Kliwon di Majlis Alwasilah Bintoro dan setiap Ahad Legi di Musholla ANNUR Bonang Demak.
Program kerja Jangka Panjang
1. Mengadakan Karnaval Kebangsaan Setiap tgl 12 Robiutsani
2. Mengadakan pelatihan penyembelihan hewan secara syar`iy
3. Mengadakan pelatihan pemberdayan SDM berbasis IT.

SUSUNAN PENGURUS GRASYIMJA

KETUA : MUHAMMAD ASQI IRFAN LEE
WAKIL KETUA : ALFA SHOLLA KAMAL
SEKRETARIA : MUHAMMAD FIKRI HAIKAL
WAKIL SEKRETARIS: MUHAMMAD ZIFNI
BENDAHARA : M. SYARIF HIDAYATULLAH
WAKIL BENDAHAR : FAWAID

DEPARTEMEN-DEPARTEMEN

DEPARTEMEN PENDIDIKAN :

KEPALA : ZAINAL MUSTHOFA
WAKIL : M. QINAF SAKA MINNAH YILLAH

DEPARTEMEN SARANA & PRASARANA :
KEPALA : KHOIRUS ZAD
WAKIL : MUHAMMAD AZKA NUFISA

DEPARTEMEN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA :
KEPALA : DIMAS BUDIONO
WAKIL : MIFTAKUR RIDWAN

DEPARTEMEN HUMAS :
KEPALA : M IKHWANUNAJIB
WAKIL : NOFAL

Open post

IHQJA

IHQJA

IHQJA adalah: Kepanjangan dari Ikatan Hamalatil Quran Jamaah Alwasilah. Sedangkan  “Hamalah” adalah kata plural / jama` dari kata “Hamil” yang berarti pembawa. Jadi Hamalatul qur`an berarti para pembawa al-Qur’an. Kata ini berbeda dengan Hafizh atau Huffazh. Hamalatul  qur`an tidak sekedar hafal Al-qur`an, tetapi juga memahami isinya, menjalankan / mengamalkan / mematuhi perintah Al-qur`an dan berakhlaq Al-qur`an.

Nabi kita Muhammad SAW mengatakan :

حَامِلُ الْقُرْأَنْ حَامِلُ رَايَةِ الْاِسْلَامْ. مَنْ اَكْرَمَهُ اَكْرَمَهُ اللهْ وَمَنْ أَهَانَهُ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهْ.

Artinya “Pembawa Al-qur`an itu adalah pembawa panji Islam”

Siapa saja yang memuliakannya, niscaya Allah memuliakannya dan siapa yang menghinakannya niscaya ia akan mendapatkan laknat Allah SWT”

وَعَنْ عَلِيٍّ رَضَي اللهُ عَنهُ وَكَرَّمَ اللهُ وَجْهَهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ “مَنْ قَرَأَ الْقُرْاَنَ فَاسْتَظْهَرَهُ فَحَلَّ حَلآلَهُ وَحَرَّمَ حَرَامَهُ اَدخَلَهُ اللهُ الْجَنٌةَ وَشَفَّعَهُ فِيْ عَشَرةَ مِنْ اَهْلِ بَيِتِهِ كُلُّهُمْ قَدْ وَجبَتْ لَهُ النٌارُ.(رواه أحمد والترمذي)

Dari Ali karramallaahu wajhah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa membaca Al-Qur’an dan menghafalnya, lalu menghalalkan apa yang dihalalkan  Al-Qur`an dan mengharamkan apa yang diharamkannya, maka Allah Ta’ala akan memasukannya ke dalam Surga dan Allah menjaminnya untuk memberi syafaat kepada sepuluh orang keluarganya yang kesemuanya telah ditentukan masuk neraka.” (HR Imam Ahmad dan Tirmidzi)

ADAB PARA PENGHAFAL ALQUR`AN

Ada banyak tatakerama bagi para penghafal alqur`an di antaranya:

  1. Tadabbur dengan Alqur`an (Memahami maksudnya serta mengamalkan kandungannya) hal ini di perlukan mempelajari ilmu Nahwu, Shorof, Ma`ani, Bayan, Badi`, Mantiq, Tafsir dll.
  2. Tidak boleh bertindak yang tidak berguna seperti orang-orang yang identik dengan kesia-siaan.
  3. Tidak boleh lalai seperti orang-orang yang identik dengan kelalaian hingga tidak mengingat Allah dan tidak mengingat Alqur`an.
  4. Tidak boleh mengatakan sesuatu yang kotor seperti orang-orang yang identik dengan ucapan-ucapan yang jelek / tidak senonoh.

Lebih jauh Al-qur`an menyatakan:

أفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

Artinya: “Apakah mereka tidak mau Tadabbur (merenungkan) Al-qur`an atau mereka mengunci hati / pikiran?.” (Q. Surat Muhammad : 24)

Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulum al-Din mengatakan :

Perhatikan.

Orang yang berpendapat bahwa Al-qur`an hanya bisa dipahami kebenarannya menurut arti literalnya, maka dia sedang menceritakan keterbatasan pikirannya. Sesungguhnya banyak sekali pernyataan Nabi yang menegaskan bahwa makna yang dikandung Al-qur`an itu sangat luas bagi orang-orang pintar dan cerdas. Bahkan setiap ayat Al-qur`an menyimpan beberapa lapis makna: makna lahir (literal), makna Majaz, kinayah dan lain sebagainya.

Ibnu Mas’ud, sahabat Nabi mengatakan: siapa pun yang ingin mengetahui pengetahuan generasi Islam awal dan terakhir ini, maka pikirkanlah dan renungkanlah Al-qur`an Hal ini tidak bisa hanya dengan mengetahui makna literalnya saja”.

حَامِلُ الْقُرْأَنْ حَامِلُ رَايَةِ الْاِسْلَامْ لا يَنْبَغِيْ أَنْ يَلْهَوَ مَعَ مَنْ يَلْهُوْ وَلَا يَسْهُوَ مَعَ مَنْ يَسْهُوْ وَلَا يَلْغُوَ مَعَ مَنْ يَلْغُوْ تَعْظِيْماً لِحَقِّ الْقُرْآنْ

Artinya: Pembawa Al-qur`an adalah pembawa bendera nilai-nilai Islam, (oleh sebab itu) tidak patut melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat bersama orang-orang yang berbuat tidak ada manfaatnya, tidak lalai kepada Allah, dan tidak berkata yang tidak berguna, demi mengagungkan Al-qur`an.

ANCAMAN BAGI PARA PENGHAFAL AL QUR`AN

Para penghafal alqur`an memang memiliki banyak keistimewaan di hadapan allah dan makhluqnya, banyak kemulyaan yang Allah berikan kepadanya baik di dunia maupun di akhiratnya, akan tetapi jika semua itu di sia-siakan maka ancaman besar akan menghadangnya.

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا مِنَ امْرِئٍ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ، ثُمَّ يَنْسَاهُ، إِلَّا لَقِيَ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَجْذَمَ. رواه ابو داود

Rasullah SAW bersabda:

Barang siapa membaca (menghafal) al-Qur’an kemudian melupakannya, maka ia akan bertemu dengan Allah pada hari kiamat dalam keadaan terserang penyakit kusta’ (HR: Abu Dawud).

وقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: عُرِضَتْ عَلَيَّ أُجُورُ أُمَّتِي حَتَّى القَذَاةِ يُخْرِجُهَا الرَّجُلُ مِنَ المَسْجِدِ، وَعُرِضَتْ عَلَيَّ ذُنُوبُ أُمَّتِي، فَلَمْ أَرَ ذَنْبًا أَعْظَمَ مِنْ سُورَةٍ مِنَ القُرْآنِ أَوْ آيَةٍ أُوتِيهَا رَجُلٌ ثُمَّ نَسِيَهَا. رواه الترمذي

Rasulullah SAW bersabda:

telah diperlihatkan kepadaku semua pahala umatku, hingga pahala orang yang membuang kotoran dari masjid. Dan diperlihatkan pula dosa-dosa umatku, maka aku tidak melihat dosa yang paling besar melebihi sebuah surat dari Al-Qur’an atau ayat Al-Qur’an yang diberikan kepada seseorang lalu dilupakannya’.  (HR: Tirmidzi)

Dari dua hadis di atas terdapat keterangan bahwa orang yang melupakan ayat al-Qur’an akan mendapatkan siksa berupa terkena penyakit kusta di saat akan menghadap kepada Allah SWT (menurut hadis pertama) dan dianggap melakukan dosa yang paling besar (menurut hadis ke dua). Sehingga dari sini menjadi jelas bahwa orang-orang yang mengabaikan al-Qur’an dengan tidak menjaganya (melupakannya) sangat dibenci oleh agama.

Memahami beberapa penjelasan tersebut di atas organisasi “SYIARUL ISLAM WAL MUSLIMIN JAMAAH AL-WASILAH” merasa perlu untuk:

  1. Membentuk kelompok yang di sebut IHQJA (Ikatan Hamalatil Quran Jamaah Alwasilah)
  2. Mendirikan Madrasah Tahfidhil qur`an (MTQ) Putra di asuh Oleh Ky. Ahmad Fuad Fahmi, ST, AH. Putri di asuh oleh Ibu nyai Ilayya Zidta Riyya, STHI, SPd.I, AH.
  3. Mendorong anggotanya agar memiliki keluarga yang ahlul qur`an yang bertaqwa.
  4. Menfasilitasi untuk menjaga kelestarian hafalan Alqur`an dari para Jamaahnya.
  5. Memberikan pengajian, pengarahan, dan bimbingan agar semua pihak bisa memahami dan mengamalkan kandungan Alqur`an.
  6. Mengadakan Mudarosah dan Sima`an Alqur`an tiap-tiap hari Jum`at dan mengirimkan pahalanya kepada arwah keluarga kita dengan tujuan mengharap ridlo dari Allah SWT, menjaga Hafalan dan mensyiarkan Alqur`an.

Karena itu di harap smua pihak berkenan mendukung, mendoakan dan membantu atas terlaksananya program mulia seperti tersebut di atas.

Bantuan bisa di sampaikan melalui Bank BNI Kantor Cabang Kudus. Rekening No: 0780168033 a/n. ILAYYA ZIDTA RIYYA. Konfirmasi pengiriman melalui Hp No: 085326266160.

Open post

GP SYIMJA

KEANGGOTAAN JAMA`AH ALWASILAH

Anggauta Jama`ah Al-wasilah terdiri dari:

  1. Para alim ulama (Assalaf Assholihun Al-Amilun) yang terdaftar dalam jam`iyyah ini.
  2. Para santri dan alumni Pondok Pesantren ANNUR, Pesisir Purworejo Bonang Demak / Pondok Pesantren SULTAN ABDUL FATTAH Bintoro Demak, Peserta pengajian di bawah bimbingan hadlrotissyekh KH Muhammad Afif Zuhri Al-Utsmani dan Mustajiz dari beliau yang masih aktif mengikuti kegiatan-kegiatan Jam`iyyah ini
  3. Orang-orang yang mengamalkan: Thoriqoh, Maulidir-Rasul saw ”AL-WASILAH” Manaqib Kubro, AL-FAIDLIR-ROHMANI atau Mujahadah AL-WASILAH FI JALBIR-RIZQI WAL FADLILAH.
  4. Orang-orang Muslimin wal-Muslimat yang mendaftarkan diri sebagai anggota dan pendaftarannya di terima oleh pengurus Jamaah Al-wasilah.
  5. Orang-orang Muslimin dan Muslimat yang minta di do`akan secara khusus oleh Jama`ah Al-wasilah serta memberikan Infaq / shodaqoh untuk SYIARUL ISLAM WALMUSLIMIN JAMAAH AL-WASILAH.

HAK DAN KEWAJIBAN ANGGAUTA

Anggota berhak mendapatkan perhatian dari Jama`ah ”Alwasilah” dan selalu di doakan dalam tiap-tiap kegiatan agar selalu mendapatkan hidayah Allah subhanahu wa ta`ala, ma`unah NYA, Dan ridlo NYA.

Anggota wajib beribadah, berdoa serta mendoakan teman-teman / anggota  lainnya dan membantu terlaksananya semua kegiatan Jama`ah Al-Wasilah dari segala bidang. Karena semua itu adalah bentuk ibadah kepada Allah SWT.

MANFA`AT BERDO`A DAN DI DO`AKAN

Berdo`a itu sangat penting bagi kehidupan manusia, sebab menurut Rosulullah do`a itu menjadi otak nya ibadah, sebagaimana beliau bersabda:

الدُّعَاءُ مُخُّ الْعِبَادَةِ

Artinya: Do`a itu menjadi otak nya ibadah

Sedangkan ibadah kepada Allah itu merupakan tugas pokok dalam kehidupan manusia. Ingat Allah SWT telah berfirman dalam Al-qur`an

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ. الاية

Tak akn aku ciptakan Jin dan manusia melainkan agar beribadah kepadaku..

Kalau do`a adalah otaknya Ibadah, bagaimana seseorang bisa ber-Ibadah secara sempurna tanpa berdo`a? Karena itu sempatkan berdo`a dan mendo`akan teman-teman kita.

Rosulullah SAW juga bersabda

لَيْسَ شَيْئٌ اَكْرَمَ عَلَى اللهِ مِنَ الدُّعَاءِ

“ Tak ada yang paling mulya menurut Allah selain do`a”.

عن أبي الدرداء رضي الله عنه قال: قال رسول اللهِ صلى الله عليه وسلم:  مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ، إِلاَّ قَالَ الْمَلَكُ: وَلَكَ بِمِثْلٍ اهـ صحيح مسلم.

Dari Abi Darda` RA bahwa Rosulullah SAW bersabda “Tak ada seorang hamba Muslim yang mendoakan temannya dengan tidak di ketahui oleh orang yang di doakan kecuali Malaikat berkata kamu pasti mendapatkan yang sama. (Shohih Muslim)

كَانَ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ: «دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ» (صحيح مسلم)

Dulu Rosulullah SAW pernah bersabda “Doa seorang Muslim terhadap saudarannya dengan tidak di ketahui oleh saudara yang di doakan itu di ijabah oleh Allah, dan pada kepalanya ada Malaikat yang di beri kepercayaan, sewaktu-waktu orang itu mendoakan saudaranya dengan baik maka Malaikat tersebut berkata Amin. dan kamu pasti mendapatkan yang sama. (Shohih Muslim)

Demikin pula orang yang tidak mau berdo`a kepada Allah resikonya pun besar sekali di antaranya

  1. Berdosa / ma`siyat sebagaimana sabda Rosulullah, SAW

تَارْكُ الدُّعَاءِ مَعْصِيَةٌ

  1. Allah marah kepadanya sebagaimana sabda Rosulullah, SAW

مَنْ لَمْ يَدْعُ اللهَ تَعَالَى يَغْضَبْ عَلَيْهِ

Untuk mendapatkan taufiq dalam beribadah atau memperoleh kesuksesan dalam kehidupan dunia akhirat seperti mendatangkan banyak rizqi (kekayaan yang berkah dan bermanfaat) kita harus selalu mengharapkan Fadlol Allah dengan bertaqwa dan berdo`a kepadanya, karena pada hakekatnya, kesuksesan, rizqi dan kekayaan akan datang dengan fadlol Allah. Tanpa fadlol Allah, manusia tidak akan bisa sukses. Oleh kerena itu, berdo`alah untuk mendapatkan fadlol / rizqi dari Allah, Insya Allah dengan berdo`a Allah akan memberikan apa yang kita inginkan. Amin. Bahkan do`a yang mustajab bisa menolak atau merubah taqdir yang mu`allaq / goiru mubrom. Sebagai mana sabda Rosulullah Saw

لَاَ يَرُدُّ الْقَدْرَ اِلَّا الدُّعَاءْ. الحديث رواه ابن حبان

Tak ada yang bisa menolak takdir kecuali do`a.

Allah SWT berfirman :

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِي اَسْتَجِبْ لَكُمْالاية. المؤمن: 60

Artinya:  Tuhan kalian berkata : Berdo`alah kalian semua kepada Ku niscaya Aku mengabulkan do`a kalian.

وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَإِنِّيْ قَرِيْبٌ. أُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِ. البقرة: 186

Artinya: Bilamana hambaku bertanya tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan do`a orang yang berdo`a kepadaKu .

Rosulullah SAW. Bersabda

أُدْعُوا اللهَ وَاَنْتُمْ مُوْقِنوُنَ باِلْاِجَابَةْ وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ لاَيَسْتَجِيْبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ. رواه الترمذى والحاكم عن ابى هريرة رضي الله عنهم

Artinya: Berdoalah kalian kepada Allah dengan penuh keyaqinan di ijabahi olehnya, ketahuilah Allah tidak akan mengijabahi doa dari orang yang hatinya lupa pada Allah dan tidak bersunggu-sungguh dalam berdoa.

Memperhatikan penjelasan di atas kita semua faham bahwa berdoa itu sangat penting, demikian pula minta di do`akan oleh teman-teman, karena doa dari teman-teman itu kadang-kadang lebih mustajab dari pada do`a kita sendiri.

Karena itu, kita para anggota Jamaah Al-wasilah berharap agar:

  1. Jama`ah Al-wasilah di mana pun berada tidak segan-segan berdo`a dan mendo`akan saudara-saudara kita minal muslimin wal muslimat terutama yang tergabung dalam Jama`ah Al-wasilah. Serta hadir dalam kegiatan Mujahadah, layanan doa dan tawassul tiap-tiap malam tgl 13 bulan qomariyah di Masjid Annur Pesisir Purworejo Bonang Demak atau di daerah-daerah lain sebagai cabangnya seperti Blora, Purwodadi, Tuban, Kudus, Jepara dan lain sebagainya.
  2. Para Ikhwan minal muslimin wal-muslimat bisa bergabung atau menjadi anggota jamaah Al-wasilah sehingga mendapatkan haq di doakan dan mendo`akan dalam tiap-tiap kegiatan Jamaah Al-wasilah, baik di rumah atau di tempat-tempat lain
  3. Para Ikhwan yang mempunyai permasalahan baik duniawi maupun ukhrowi bisa mengajukan bantuan do`a lewat Jam`iyyah Al-wailah. Semoga Jama`ah Al-wasilah bisa menjadi Mediator bagi terqabulnya do`a-do`a kita sepanjang masa. Amin. Lihat layanan do`a dan tawassul di Agenda kegiatan Jama`ah Al-wasilah.

Scroll to top