Open post

CINTA NABI SAW DAN AHLI BAITNYA

BERHUSNU DHON KEPADA DZURRIYYAH / AHLIL BAIT ROSULULLAH SAW DAN MENCINTAINYA MENURUT AL-QUR’ AN  DAN HADITS RASULULLAH SAWW.

Oleh: Alfaqir Muhammad Afif Zuhri.

Kita sebagai ummat nabi Muhammad SAW wajib berhusnu dhon terhadap kebaikan Nabi Muhammad SAW dan Ahli baitnya karena Allah telah Nabinya dan Ahli baitnya dengan berfirmanNYA :

وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيْمٍ

“Dan sesungguhnya engkau (Muhammad), benar-benar berbudi pekerti yang luhur“.

Dan bagaimana kita tidak percaya terhadap kebaikan ahli bait Nabi ?, sedangkan mereka adalah darah daging Nabi yang suci jiwa raganya, dan Allah pun berkeinginan menghapus dan menghilangkan kejelekan mereka dan membersihkan sebersih-bersihnya. Allah SWT berfirman:

إِنَّمَا يُرِيدُ اللهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

INNAMA YURIDULLAHU LIYUDZHIBA ‘ANGKUMUR-RIJSA AHLAL-BAITI WA YUHAHHIRAKUM TATH-HIIRO

Artinya: Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.

Rosulullah SAW bersabda:

إنَّ اللهَ فَطَمَ إبْنَتِىْ فَاطِمَةَ وَوَلَدَهَا مِنَ النَّارِ. الحديث

Sesungguhnya Allah SWT, telah memutuskan hubungan anak prempuanku Fatimah dan anak-anaknya dari Neraka.

Allah juga berfirman Kepada Nabi Muhammad SAW agar menganjurkan kepada ummat manusia walaupun  bukan seagama, untuk mencintai kerabat / keluarga Nabi SAW :

قُلْ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِلَّا الْمَوَدَّةَ فِي الْقُرْبَى

QUL LAA AS’ALUKUM ‘ALAIHI AJRON ILLAL-MAWADDATA FIL-QURBAA.

Artinya: Katakanlah “Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan (kaum kerabat, keluarga yang sangat dekat dengan Nabi Muhammad Saww)”. (QS. Asy-Syuura : 23)

AL-TFSIR

  1. Dalam kitab Hilyatul Awliya’, jilid 3 halaman 201 disebutkan: bahwa Jabir Al-Anshari berkata: Pada suatu hari orang badui datang kepada Nabi saw, lalu ia berkata: Wahai Muhammad, jelaskan kepadaku tentang Islam! Lalu Rasulullah saw bersabda:  “Bersaksilah kamu sesungguhnya tiada Tuhan kecuali Allah Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya, dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya”. Kemudian orang badui itu bertanya: Apakah dalam hal ini (dakwah ini) kamu meminta upah padaku? Rasulullah saw menjawab: “Tidak, kecuali kecintaan kepada keluargaku. ”Selanjutnya orang badui itu berkata: Sekarang aku berbaiat kepadamu, dan semoga Allah melaknat orang yang tidak mencintaimu dan keluargamu. Rasulullah saww. menjawab: “Aamiin.”.
  1. Dalam tafsir Ad-Durrul Mantsur oleh Jalaluddin As-Suyuthi, tentang ayat ini: As-Suyuthi mengutip hadis yang bersumber dari Ibnu Abbas, ia berkata: Ketika ayat ini (Asy-Syura: 23) turun, para sahabat bertanya: Ya Rasulallah, siapakah dari keluargamu yang wajib dicintai oleh kami? Rasulullah saw menjawab: “Ali, Fatimah, Hasan dan Husein”. Ibnu Abbas berkata, ketika ayat ini turun Rasulullah saw bersabda: “Hendaknya kalian menjagaku dengan menjaga Ahlul baitku dan mencintai mereka. Sebagaimana beliau bersabda:

أَحِبُّوا اللهَ لِمَا يَغْذُوكُمْ بِهِ مِنْ نِعَمِهِ، وَأَحِبُّونِي لِحُبِّ اللهِ، وَأَحِبُّوا أَهْلَ بَيْتِي لِحُبِّي

“AHIBBUULLAAHA LIMAA YAGHDUUKUM BIHI MIN NI’AMIHI, WA AHIBBUUNII LIHUBBILLAAHI, WA AHIBBUU AHLA BAITII LIHUBBII.

Artinya : Cintailah Allah kerena nikmat-nikmat yang di anugerahkan-Nya, cintailah aku karena kecintaan kepada Allah dan cintailah Ahlul-baitku (keluargaku) karena kecintaamu kepadaku.”. (HR. At-Tirmidzi, At-Tabarani, Al-Hakim  dari Ibnu Abbas ra.)

Rosulullah saw juga bersabda:

أَدِّبُوْا أَوْلاَدَكُمْ عَلَى ثَلاَثِ خِصَالٍ حُبِّ نَبِيِّكُمْ وَحُبِّ أَهْلِ بَيْتِهِ وَقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ. (رواه الديلمي عن علي)

“ADDIBUU AULAADAKUM ‘ALAA TSALAATSI KHISHOOLIN : HUBBI NABIYYIKUM, WA HUBBI AHLI BAITIHI, WA QIROO’ATIL-QUR’AAN.

Artinya : Didiklah anak-anakmu atas tiga perkara : 1. Kecintaan kepada Nabimu, 2. Kecintaan kepada Ahlul Baitnya, 3. dan cinta membaca Al-Qur’an.”. (HR. Al-Dailami Dari Ali kwj.)

ANJURAN UNTUK MEMPERTAHANKAN KECINTAAN TERHADAP NABI DENGAN MEMULIAKAN AHLI BAITNYA

Kalau kita mengaku cinta Nabi maka kita harus bisa membuktikannya dengan menghurmati dan menjaga perasaan ahli baitnya, supaya Nabi kita tidak kecewa dengan prilaku jelek kita terhadap ahli bait / anak cucunya.

وعَن ابنِ عُمرَ رضي الله عنهما، عن أبي بَكْر الصِّدِّيق رضي الله عنه مَوْقُوفاً عَلَيْهِ أَنَّهُ قَالَ: اُرْقُبُوا مُحَمَّداً صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم في أَهْلِ بيْتِهِ، رواه البخاري

Artinya: Dari Ibnu Umar ra, dari Abubakar Ash Shiddiq ra, ia berkata: “Peliharalah kehormatan Nabi Muhammad saww. Yaitu dengan memuliakan ahli baitnya (keluarganya)”. (HR: Bukhori, Didalam Kitab Riyadhus Sholihin)

JAMINAN SYAFAAT DAN MASUK SORGA BAGI SIAPAPUN YANG MENCINTAI AHLI BAIT / DZURRIYYAH NABI

Sayyidina Ali Karromallahu wajhah berkata:

اِلزَّمُوْا مَوَدَّتَنَا اَهْلَ الْبَيْتِ فَاِنَّهُ مَنْ لَقِى اللهَ تَعَالَى وَهُوَ يَوَدُّنَا دَخَلَ الْجَنَّةَ بِشَفَاعَتِنَا وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَا يَنْفَعُ عَبْدًا عَمَلٌ عَمِلَهُ اِلَّا بِمَعْرِفَةِ حَقِّنَا

“IL-ZAMUU MAWADDATANAA AHLAL-BAITI FAINNAHU MAN LAQIYALLAAHA TA’AALA WA HUWA YAWADDUNAA DAKHOLAL-JANNATA BISYAFAA’ATINAA, WALLADZII NAFSII BIYADIHI LAA YANFA’U ‘ABDAN ‘AMALUN ‘AMILAHU ILLA BIMA’RIFATI HAQQINAA.

Artinya: Mantapkan (hatimu) atas kecintaan kepada kami Ahlul-Bait, Sebab barangsiapa menghadap Allah dengan mencintai kami pasti ia masuk surga dengan syafaat kami, Demi yang jiwaku ditangan-Nya, tidak akan berguna amal seseorang bagi dirinya kecuali ia mengetahui hak kami (atasnya).”. (HR. At-Tabarani Dari Hasan bin Ali ra)

Rosulullah SAW bersabda:

أَرْبَعَةٌ أَنَا شَفِيْعٌ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةْ: اَلْمُكْرِمُ لِذُرِّيَتِيْ، وَالْقَاضِيْ لَهُمْ حَوَائِجَهُمْ، وَالسَّاعِيْ لَهُمْ فِيْ أُمُوْرِهِمْ عِنْدَ اضْطِرَارِهِمْ، وَالْمُحِبُّ لَهُمْ بِقَلْبِهِ وَلِسَانِهِ. الْحَدِيْثَ.  (إسعاد الرفيق

Ada empat golongan yang aku berikan syafa`at besokdi hari Qiyamat, yitu:

  1. Orang yang menghurmati / memulyakan keturunanku
  2. Orang yang memenuhi hajat mereka,
  3. Orang yang berusaha menyelesaikan urusan mereka, ketika mereka berada dalam kesulitan.
  4. Orang yang mencintai mereka dengang hati dan lisannya.
Scroll to top