Open post

BPP (BADAN PENYUSUN DAN PENERBITAN)

BPP

(BADAN PENYUSUNAN DAN PENERBITAN)

Latar belakang di bentuknya Badan penyusunan dan Penerbitan:

Sebagaimana kita ketahui bahwa SYIARUL ISLAM WALMUSLIMIN itu berkaitan erat dengan Da`wah Islamiyyah ala Ahlissunnah wal Jamaah, dan sangatlah penting jika pengembangannya itu melalui berbagai macam cara dan metode, salah satu di antaranya adalah: penyusunan dan penerbitan, karena tidak semua orang Indonesia bisa memahami Al-quran, Al-hadits dan kitab-kitab berbahasa arab tanpa di terjemahkan dan tanpa di jelaskan dengan bahasa Indonesia. Karena itu di perlukan Penyusunan dan penerbitan karya karya yg bertujuan untuk memudahkan pemahaman, dan pentela`ahan

Dikalangan Ummat Islam terutama warga pesantren penyusunan dan penerbitan kitab merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Da`wah Islamiyyah, dan cara seperti ini lah dakwah yang pernah dilakukan oleh para sahabat di zama Khulafair-Rosyidin dan para wali zaman dulu ketika menyebarkan ajaran Islam di Indonesia. Karena itu SYIARUL ISLAM WALMUSLIMIN JAMAAH ALWASILAH memandang perlu untuk membentuk Badan Penyusunan dan Penerbitan (BPP) agar bisa:

  1. Memudahkan dalam memahami kitab-kitab Islam yang berbahasa Arab bagi masyarakat awam.
  2. Menerbitkan Pedoman amaliyah Yaumiyyah, Usbu`iyyah, dan Syahriyyah bagi Jamaah Al-wasilah menurut Ulama` Ahlis-sunnah Wal-Jamaah.
  3. Menemukan trobosan baru dalam mencari solusi keummatan hususnya bagi Jamaah Al-wasilah.
  4. Mengembangkan buah pemikiran dari para pemikir dan penulis dari JAMA`AH ALWASILAH
  5. Menyelamatkan khazanah dan manuskrip ulama` Nusantara dengan terus menerus mempelajarinya dan menerbitkannya.

Landasan dasar di bentuknya Badan penyusunan dan Penerbitan:

  1. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَ۞ خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ ۞ اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُ ۞ لَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِ

Bacalah dengan nama Rabb-mu yang telah menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Rabb-mu adalah yang Maha Pemurah. Yang mengajarkan (manusia) dengan (perantara) pena.” (Q.S. Al-Alaq [96] ayat 1-4)

Penjelasannya

Wahyu pertama yang turun kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah perintah membaca, Jika ada perintah membaca tentu ada yang di baca. (yakni bacalah dari hafalanmu. Jika tidak ada, maka bacalah dari tulisan) Jadi untuk memudahkan membaca harus ada tulisan. Dan Tulisan adalah salah satu sarana utama agar ibadah berupa membaca bisa dilakukan. Maka, tulisan adalah  bahan yang sangat penting bagi orang yang beribadah membaca.

saking penting dan besarnya peran pena dan apa yang ditulis oleh pena manusia, Allah sampai bersumpah menggunakan nama pena dalam Al-Quran yaitu: Surat Al-Qalam aya: 1.

ن. وَٱلقَلَمِ وَمَا يَسطُرُونَ

“Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis.”

  1. Kissah Penulisan Hadits-hdits Nabi Muhammad SAW:

Di masa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ini para sahabat tidak ada menulis sabda-sabda Rosulillah SAW, karena dikhawatirkan terjadi tumpang tindih antara ayat Al-Quran dan sabda Nabi, sehingga para sahabat hanya menulis ayat-ayat Al-Quran di berbagai benda. Namun, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam justru berlaku khusus kepada sahabat muda yang ahli ibadah yaitu: Abdullah bin Amr, putra seorang sahabat ahli strategi perang: Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhu. Kebanyakan orang Pada masa permulaan Islam masih banyak yang buta huruf, sahabat Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhu lah yang sudah mahir baca dan tulis. Ia memiliki kebiasaan yang tidak umum dilakukan oleh para sahabat lainnya, ia gemar sekali mencatat sabda-sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Suatu hari Abdullah bin Amr dikeluhkan oleh para sahabat lain karena gemar menulis sabda-sabda Rasululllah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, lalu ia menghadap Nabi untuk berkonsultasi. Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhu kemudian diperintah oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, dengan bersabda “Tulislah! Demi Zat yang jiwaku ada di tangan-Nya, tidak keluar dari mulutnya kecuali kebenaran”.  Berikut ini Haditsnya:

 

عن عبدِ اللهِ بنِ عَمرٍو، قال: كنتُ أَكتُبُ كلَّ شيءٍ أَسمَعُهُ مِن رسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم، أُرِيدُ حِفْظَهُ، فنَهَتْنِي قُرَيشٌ، وقالوا: أَتكتُبُ كلَّ شيءٍ تَسمَعُهُ ورسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم بَشَرٌ يَتكلَّمُ في الغضبِ والرِّضا؟ فأَمسَكْتُ عن الكِتابِ، فذَكَرْتُ ذلكَ لرسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم، فأَوْمأَ بأُصبُعِهِ إلى فيه، فقال: اكتُبْ؛ فوالَّذي نفْسي بيدِهِ، ما يَخْرُجُ منه إلَّا حقٌّ

Dari Abdullah bin Amr beliau berkata dulu saya gemar sekali menulis sabda-sabda Rasululllah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yang saya dengar dari beliau SAW, saya ingin menghafalnya, lalu para sahabat dari orang-orang Quraisy melarang saya, mereka berkata: Apakah kamu menulis semua yang kamu dengar dari Rosulillah SAW,? sedangkan Rosulullah SAW adalah manusia yang bisa saja berbicara dengan marah dan bisa dengan Ridlo. lalu ia menghentikan menulisnya dan segera menghadap Rosulallah SAW untuk berkonsultasi. Dan Rosul SAW memberikan Isyaroh pada mulutnya dengan Jarinya dan menyuruh Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhu agar melanjutkan menulisnya dengan bersabda “Tulislah! Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, tidak keluar dari mulutnya (Mulut Nabi SAW) kecuali kebenaran”. HR: Abu Dawud.

Di riwayatkan bahwa Ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam wafat, Abdullah bin Amr usianya baru 17 tahun.

  1. Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata,

مَا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحَدٌ أَكْثَرَ حَدِيثًا عَنْهُ مِنِّي، إِلَّا مَا كَانَ مِنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، فَإِنَّهُ كَانَ يَكْتُبُ وَلاَ أَكْتُبُ

Tidak ada seorang pun dari shahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang paling banyak (meriwayatkan) hadits dari Beliau (Shallallahu ‘Alaihi Wasallam) selain aku, kecuali dari Abdullah bin Amr, karena ia dahulu menulis, sedangkan aku tidak menulis.” (HR. Bukhari no.113)

  1. Qissah Penulisan Alqur`an di masa Sahabat dan Tabi`in

Pada zaman Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, penyandaran pada hafalan lebih banyak daripada penyandaran pada tulisan, karena hafalan para sahabat radhiyallahu ‘anhum sangat kuat dan cepat, di samping sedikitnya orang yang bisa baca tulis dan sarananya. Oleh karena itu, siapa saja dari kalangan mereka yang mendengar satu ayat, dia akan langsung menghafalnya atau menuliskannya dengan sarana seadanya di pelepah kurma, potongan kulit, permukaan batu cadas atau tulang belikat unta. Jumlah para penghapal Al-Quran sangat banyak. Namun, demi menjaga keberadaan Al-Quran setelah perang Yamamah banyak membunuh para sahabat penghafal Al-Quran, maka sahabat Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu mendesak Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu untuk mengumpulkan catatan-catatan Al-Quran. Dalam Shahih Bukhari disebutkan, mulanya Abu Bakar tidak mau melakukannya karena takut dosa, sehingga Umar terus-menerus mengemukakan pandangannya karena melihat mslahah dan madlorrotnya, sampai Allah Subhanahu wa Ta’ala membukakan pintu hati Abu Bakar untuk hal itu. Abu Bakar lalu memanggil Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu. Dengan didampingi Umar, Abu Bakar mengatakan kepada Zaid, “Sesunguhnya engkau adalah seorang yang masih muda dan berakal cemerlang, kami tidak meragukannmu, engkau dulu pernah menulis wahyu untuk Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, maka sekarang carilah Al-Quran dan kumpulkanlah!”. Zaid berkata: “Maka aku pun mencari dan mengumpulkan Al-Quran dari pelepah kurma, permukaan batu cadas dan dari hafalan orang-orang. Mushaf tersebut berada di tangan Abu Bakar hingga dia wafat, kemudian dipegang oleh Umar hingga wafatnya, dan kemudian di pegang oleh Hafsah Binti Umar radhiyallahu ‘anhuma.” Sampai Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Orang yang paling besar pahalanya pada mushaf Al-Quran adalah Abu Bakar, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi rahmat kepada Abu Bakar, karena dialah orang yang pertama kali mengumpulkan Kitab Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

  1. Di masa Khalifah Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu, demi menyelamatkan umat dari fitnah berselisih dalam dialek membaca Al-Quran, Khalifah Utsman menyetujui masukan dan pendapat sahabat Hudzaifah bin Yaman radhiyallahu ‘anhu. Lalu Khalifah Utsman memerintahkan untuk mengumpulkan mushaf-mushaf yang ada menjadi satu versi mushaf, sehingga kaum muslimin tidak berbeda bacaannya dan tidak mempertengkarkan kitab Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang akhirnya berpecah belah.

Demikianlah, begitu pentingnya peran menulis di dalam Islam sehingga menjadi cara untuk menjaga kelestarian Al-Quran dalam bentuk fisiknya hingga kini. Demikian pula dengan sabda-sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan karya-karya Ulama` Ahlis-sunnah wal jamaah yang bisa kita baca dan dan kita hafal saat ini. Semua itu karena adanya penulisan secara teratur dan terorganisasi. Dari dasar-dasar inilah SYIMJA melangkah untuk berupaya dan ikut serta dalam menjaga dan melestarikan  apa yang menjadi SYIARUL-ISLAM WAL MUSLIMIN. Semoga tetap bermanfaat. Amiin.

Program kerja BPP SYIMJA

Program Jangka Pendek:

  1. Mendorong Jamaah agar mampu berkarya secara ilmiyyah,
  2. Menyusun, dan menemukan solusi keummatan serta membukukan nya dalam bentuk kitab, buku, dan Bulletin atau Majallah.

Program Jangka Menengah:

  1. Bekerjasama dengan penyusun atau penerbit
  2. Atau menyusun dan menerbitkan sendiri karya-karya Ilmiyyah dari Jamaah Al-wasilah atau Ulama`-ulama` Ahlissunnah wal-jamaah
  3. Menggalang dana untuk membiayai penerbitan dan penyebarannya.

Program Jangka Panjang:

  1. Menerbitkan Panduan Amaliyyah Jamaah Al-wasilah, berupa Kitab, buku, Karya Ilmiyyah, Bulletin atau Majallah yang di susun oleh Ulama`-ulama` Ahlissunnah wal-jamaah hususnya dari kalangan Jamaah Al-wasilah yang di pandang manfaat dan maslahah.
  2. Memasarkan atau menyebarkan hasil karya / susunan dari Jamaah Al-wasilah yang sudah di terbitkan kepada anggota Jamaah Alwasilah hususnya dan kepada Masyarakat Muslimin wal muslimat umumnya.

SUSUNAN PENGURUS

BADAN PENYUSUNAN DAN PENERBITAN SYIARUL ISLAM WAL MUSLIMIN JAMAAH AL-WASILAH (BPP SYIMJA)

Ketua         : Ky Ahmad Fuad Fahmi

Sekretaris  : Ust. M. Fikri Haikal

Bendahara : Ilayya Zidta Riyya

Open post

DARUL AITAM YAYASAN ANNUR

DARUL AITAM YAYASAN ANNUR

Rumah anak-anak Yatim

Yatim berasal dari bahasa arab yang berarti sedih atau menyendiri. Tetapi Yatim menurut istilah syara’ adalah seorang anak yang ditinggal mati oleh bapak kandungnya sebelum dia baligh.

Sebagaimana pada umumnya Masyarakat Pesisir banyak yang sibuk dengan pekerjaan yang berat, hingga kepeduliannya untuk belajar / mendidik anak-anaknya jelas tidak seperti umumnya masyarakat perkotaan. Apalagi banyaknya anak-anak yatim yang masih kurang mendapatkan perhatian di bidang pendidikan dan tatakerama. Berangkat dari itu semua Hadlrotissyekh KH Muhammad Afif Zuhri mengajak kepada keluarga dan Jamaahnya untuk menampung anak-anak Yatim, memperhatikannya dan mendidiknya serta menyantuninya melalui program SOSIAL DARUL AITAM YAYASAN ANNUR.

Apa manfaat menampung anak-anak Yatim, memperhatikannya dan mendidiknya serta menyantuninya?

Banya sekali Keistimewaan yang di berikan oleh Allah kepada mereka yg menampung dan memperhatikan anak-anak yatim diantaranya ialah:

  1. Jaminan masuk Sorga dari Rosulillah SAW. Beliau bersabda:

مَنْ ضَمَّ يَتِيْمًا لَهُ اَوْ لِغَيْرِهِ حَتَّى يُغْنِيَهُ اللهُ عَنْهُ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ. رواه الطبرانى فى الأوسط
“Barang siapa yang menampung anak yatim pada nya atau pada orang lain sampai Allah membuat anak itu cukup (tidak membutuhkannya lagi / mandiri), maka orang itu berhak mendapatkan surga.” (HR:Thobaroni).

Dan Rosulullah SAW juga bersabda:

مَنْ ضَمَّ يَتِيْمًا بَيْنَ أَبَوَيْنِ مُسْلِمَيْنِ إِلَى طَعَامِهِ وَشَرَابِهِ حَتَّى يَسْتَغْنِيَ عَنْهُ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ الْبَتَّةَ
Barang siapa yang mengikutsertakan anak yatim diantara kedua orang tua yang muslim dalam makan dan minumnya sampai anak itu tidak membutuhkannya lagi (mandiri), maka orang itu pasti berhak mendapatkan surga. (HR. Ahmad).

  1. Bisa dekat dengan Rosulillah SAW di Sorga Rosulullah SAW bersabda:

  أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيْمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا وَأَشَارَ بِالسَّبَابَةِ وَالْوُسْطَى وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا ) رواه البخاري
Saya dan orang yang menyantuni anak yatim seperti ini – beliau memberikan isyarat dengan telunjuk dan jari tengah dan merenggangkan di antara keduanya.

  1. Melembutkan hati

أتى النبي صلى الله عليه وسلم رَجُلٌ يَشْكُوْ قَسْوَةَ قَلْبِهِ ؟ قَالَ: أَتُحِبُّ أَنْ يَلِيْنَ قَلْبُكَ وَتُدْرِكَ حَاجَتَكِ؟ اِرْحَمِ الْيَتِيْمَ وَامْسَحْ رَأْسَهُ وَأَطْعِمْهُ مِنْ طَعَامِكَ يَلِنْ قَلْبُكَ وَتُدْرِكْ حَاجَتَكَ.  رَواه الطبراني
Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu’alaihi wasallam mengadukan tentang hatinya yang membatu / keras, maka Nabi shallallahu’alaihi wasallam bertanya kepadanya : apakah kamu suka hatimu menjadi lembut dan kamu mendapatkan hajatmu (keperluanmut erpenuhi)? sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berikanlah makan kepadanya dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lembut dan niscaya kamu akan mendapatkan hajatmu

  1. Jaminan mendapat kebaikan dan keberkahan dari Allah SWT. Sebagaimana di jelaskan dalam Alqur`an. (QS. Al-Baqarah: 220)

وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْيَتٰمٰىۗ قُلْ اِصْلَاحٌ لَّهُمْ خَيْرٌ ۗ وَاِنْ تُخَالِطُوْهُمْ فَاِخْوَانُكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ الْمُفْسِدَ مِنَ الْمُصْلِحِ ۗ وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَاَعْنَتَكُمْ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang anak-anak yatim. Katakanlah, “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik!” Dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudara-saudaramu. Allah mengetahui orang yang berbuat kerusakan dan yang berbuat kebaikan. Dan jika Allah menghendaki, niscaya Dia datangkan kesulitan kepadamu. Sungguh, Allah Maha perkasa, lagi Maha bijaksana.

  1. Selamat dari siksaan di hari qiyamat nanti

وَالَّذِيْ بَعَثَنيْ بِالْحَقِّ لَا يُعَذِّبُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ رَحِمَ الْيَتيمَ، وَأَلَانَ لَهُ فِيْ الْكَلَامِ، وَرَحِمَ يُتْمَهُ وَضَعْفَهُ، …. (الحديث)

Demi Yang Mengutusku dengan haq, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, menyayangi keyatiman dan kelemahannya. HR. Thabrani dari Abu Hurairah

Dengan memuliakan dan menyayangi anak-anak Yatim, kita berharap bisa mendapat ridlo dari Allah SWT. Barang siapa bisa melakukannya Insya Allah dia akan mendapat keutamaan besar, yaitu:

  1. Bisa masuk sorga,
  2. Dekat dengan Rasulullah SAW di surga,
  3. Melunakkan hatinya yang keras,
  4. Terpenuhinya kebutuhan hidup,
  5. Memperoleh perlindungan di hari kiamat
  6. Mendapat kebaikan dan keberkahan dll.

Untuk terwujudnya Program mulia ini kami pengurus SYIARUL-ISLAM WAL MUSLIMIN JAMAAH AL-WASILAH memohon kepada semua pihak agar berkenan mendukung dan membantu baik berupa moril maupun matriel. Bantuan bisa di kirim melalui Rekening Bank berikut ini:

* BRI Syariah No         : 1008957866. dg kode 422

* BRI Konvesional No : 0016-01-088421-50-8

* BNI Konvesional No : 0780153231.

* OVO / ShpeePay No: 085290005890

Informasi infaq: 085290005890

Open post

BAZWIS SYIMJA

BAZWIS  SYIMJA

(Badan Amil,  Zakat, Waqaf, Infaq dan Sodaqoh.)

Allah SWT telah berfirman di dalam Alqur`an, Surat Ali ‘Imran Ayat 92:

لَنْ تَنَالُوْا ٱلْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنفِقُوْا مِنْ شَىْءٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ

Artinya: Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya QS Ali ‘Imran Ayat 92

Ayat ini menujukkan bahwa jika kita ingin mencapai kebaikan yang sempurna, atau sorga, atau kemulyaan di dunia dan akhirat, maka kita harus bersedia menginfaqkan atau mensedeqahkan atau mewaqafkan sebagian harta yang kita cintai di jalan Allah swt, untuk kebaikan agama Islam, kemanusiaan dan SYIARUL ISLAM WAL MUSLIMIN.

Dan sedikit apapun yang kita Infaqkan di jalan Allah tentu Allah pasti mengetahuinya dan membalasnya dengan balasan yang berlipat ganda. Karena itu Allah memerintahkan dan menganjurkan agar kita selalu bershodaqoh atau mewaqafkan dan menginfaqkan sebagian rizqi yang Allah berikan kepada kita untuk kemaslahatan agama Islam, Syiar Islam dan kemanusiaan. Allah berfirman dalam Alqur`an:

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِيْ إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيْبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

Artinya: Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” (QS. Al-Munafiqun: 10)

Bahkan jika kita memiliki harta yang sudah mencapai satu Nishob / lebih, maka kita wajib mengeluarkan zakat semua itu bertujuan untuk mendapatkan Ridlo Allah SWT, kemaslahatan kita, kebersihan harta kita dan peningkatan kekayaan kita, Karena itu Allah berfirman dalam Al-Qur`an, Surat Al-Taubah: 103

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

Berangkat dari perintah Allah SWT tersebut diatas, Pengurus SYIARUL ISLAM WAL MUSLIMIN merasa terpanggil untuk membentuk

Badan Amil,  Zakat, Waqaf, Infaq dan Sodaqoh (BAZWIS) SYIMJA. Karena itu berikan Zakatmu. Shodaqohmu, waqafmu, dan Infaqmu kepada SYIARUL ISLAM WAL MUSLIMIN JAMAAH AL-WASILAH melalui (BAZWIS) nya. Silahkan hubungi kami ke Hp nomor: 085290005890. Rekening BRI Nomor: 0016-01-088421-50-8 Atau BNI: 0780153231.

 BADAN AMIL,  ZAKAT, WAQAF, INFAQ DAN SODAQOH.

 Ketua                                       Sekretaris 

 

KH Muhammad Afif Zuhri      Ky Maftuh Abdur-Rohim

 

Open post

BAPAQ SYIMJA

(Badan Pengelola Aqiqah dan Qurban)

AQIQAH dan QURBAN adalah: ibadah sosial yang banyak memberikan manfaat kepada ummat dan membuat kita dekat kepada Allah SWT. Ibadah ini penting sekali dilakukan terutama bagi yang mampu melakukan di hari itu, sehingga Allah dan Rasul-Nya Muhammad SAW sangat menganjurkan serta memberikan kemulyaan terhadap yang mau melakukannya.

Aqiqah adalah: Penyembelihan hewan untuk menebus anak-anak dari gadaian di sisi Allah, agar anak tersebut bisa memberi Syafa`at  pada kedua orang tuanya

كل غلام مرتهن بعقيقته

Semua Anak itu tergadaikan dengan aqiqahnya,

Maksudnya anak ketika ia belum memiliki dosa itu bias memberikan syafaat / pertolongan kepada kedua orang tuanya. Dan kebebasan serta kemampuannya dalam memberikan pertolongan kepada kedua orang tuanya itu akan tertahan jika belum di aqiqahi. Karena itu Rosulullah menganjurkan agar setiap anak hendaknya di aqiqahi.

Aqiqah juga menjadi penyebab kesehatan, kecerdasan dan kebaikan anak, karena itu sangat di sayangkan jika kita mampu meng aqiqahi anak tapi tidak kita lakukan.

Sedangkn Qurban di perintahkan kepada semua orang Islam yang mampu melaksanakannya pada hari Iidil-Adlha dan hari-hari Tasyriq (tgl: 10, 11,12, dan 13, Bulan Dzil Hijjah) dan Rosulullah SAW mengancam keras terhadap orang yang mampu tapi tidak mau mengamalkannya.

PERINTAH DAN ANJURAN BERQURBAN

Salah satu perintah Allah untuk beribadah Qurban (menyembelih hewan qurban) adalah Firman Allah SWT:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Artinya “maka sholatlah kamu dan sembelihlah hewan qurban.”
Kemulyaan yang di berikan kepada orang yang melakukan Ibadah Qurban

Sangat banyak dan istimewa kemulyaan yang di berikan Allah kepada yang melakukan Ibadah qurban, di antaranya ialah:

  1. Selamat dan terbebas dari Neraka sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ ضَحَّى طَيِّبَةً بِهَا نَفْسُهُ مُحْتَسِبًا لِاُضْحِيَتِهِ كَانَتْ لَهُ حِجَاباً مِنَ النَّارِ

“Siapa yang hatinya Ikhlas menyembelih hewan qurban maka ia terbebas dari Neraka.”

  1. Selamat dari semua kejelekan dunia dan akhirat sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

الاَ اِنَّ اْلاُضْحِيَةِ مِنَ اْلاَعْمَالِ اْلمُنْجِيَةِ تُنْجِى صَاحِبَهَا مِنْ شَرِّ الدُّنْيَا وَاْلاَخِرَةِ

“Ingat Ibadah qurban termasuk perbuatan yang menyebabkan selamat dari kejelekan dunia akhirat.”

  1. Menjadi ummat terbaik menurut Allah dan Rosulullah SAW seperti sabdanya dalam hadis: ( خِيَارُ اُمَّتِى يُضَحُّوْنَ ) artinya “Sebaik-baik ummatku adalah yang melakukan ibadah qurban.
  2. Dan masih lebih banyak lagi kemulyaan yang lain seperti kata sayyidina Ali RA:
    “Siapa yang keluar dari rumah untuk membeli hewan qurban, maka setiap langkahnya mendapatkan sepuluh kebaikan, di hapus sepuluh kejelekannya,di angkat sepuluh kedudukannya, ketika brbicara ( bertransaksi )maka pembicaraannyaadalah Tasbih,ketika meloloskan harganya maka setiap dirham di catat tujuh ratus kebaikan, ketika menjatuhkan hewan qurbannya di atas tanah untuk disembelih maka semua makhluq bmi ketujuh memohonkan ampunan untuknya, ketika ia mengalirkan darah hewan tersebut maka tiap-tiap tetesan darah dari hewan qurban Allah menciptakan sepuluh malaikat yang selalu memohonkan ampunan untuknya sampai hari qiyamat dan ketika ia membagi-bagikan daging qurban ia mendapatkan masing-masing puluan pahala yang sama dengan pahala membebaskan budak dari keturunan Nabi Isma`il AS.

ANCAMAN BAGI ORANG MAMPU TAPI TIDAK MAU BERIBADAH QURBAN

Orang yang mampu pada hari Raya Qurban tetapi tidak melakukannya diancam berbagai macam ancaman di antaranya ialah:

  1. Mati dalam keadaan suil-khotimah, sebagaimana sabda Rasulullah:

مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلْيَمُتْ اِنْ شَاءَ يَهُوْدِيًّا وَاِنْ شَاءَ نَصْرَانِيًا

“Siapa yang memiliki kecukupan rizki lalu tidak melaksanakan ibadah Qurban, maka silahkan mati dalam keadaan yahudi atau nasrani.”

  1. Hidup di kucilkan oleh orang-orang sholih, Sebagaimana sabda Rasululah SAW:

مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقْرُبَنَّ مُصَلاَّنَا

“Siapa yang memiliki kecukupan rizki lalu tidak melaksanakan ibadah Qurban,maka jangan sekali-kali mendekati tempat shalat kita.”

  1. Menjadi ummat yang jelek menurut Allah dan Rasulnya.

وَشِرَارُ اُمَّتِى لاَ يُضَحُّوْنَ

“Dan sejelek-jelek ummatku adalah yang tidak melakukan ibadah qurban.”

Para Ikhwan yang di Mulyakan Allah !

Menyimak Perintah Allah dan Rasulnya SAW, ancaman keras yang di tujukan terhadap orang-orang mampu tapi tidak melaksanakan ibadah Qurban, dan banyaknya Fuqoro` wal-masakin, anak-anak Yatim yang sangat membutuhkan bantuan, Kami Pengurus SYIARUL ISLAM WAL MUSLIMIN JAMAAH AL WASILAH berharap agar kalian berkenan melaksanakan Ibadah qurban pada hari raya Qurban  sebagaimana Firman Allah SWT dan Rasulnya SAW, dan salurkan daging / hewan qurban kalian pada orang-orang muslim terutama faqir, miskin dan anak-anak yatim  secara tepat atau salurkan ke anak-anak yatim, para santri dan fuqoro` / masakin  dari Jama`ah Al-wasilah yang ada di sekitar Pesisir Purworejo Bonang Demak. Silahkan hubungi kami ke Hp nomor: 085290005890. Rekening BRI Nomor: 0016-01-088421-50-8 Atau BNI: 0780153231.

                                                                Badan Pengelola Aqiqah dan Qurban (BPAQ SYIMJA)

                                                                Ketua                                                                             Sekretaris

                                                                Ttd                                                                                 Ttd

                                                                 Ky. Muhsin Zuhri                                                          Romaddlon

 

Scroll to top